Archive

Archive for October, 2010

Silicon valley like di indonesia [Part I]

October 13, 2010 Leave a comment

Semua mengakui, bahwa silicon valley di amerika sana merupakan sebuah daerah yang menjadi pusat perkembangan inovasi teknologi. Dari sinilah pula nama-nama besar di bidang teknologi merangkai jalinan mimpi2 mereka sehingga menghasilkan sebuah produk yang fenomenal. Disini pula perusahaan-perusahaan besar tumbuh dan berkembang, sebut saja semisal Adobe Systems, Apple Computer, Cisco Systems, eBay, Google, Hewlett-Packard, Intel, dan Yahoo!. Yang jadi pertanyaan, apakah di Indonesia bisa dikembangkan daerah yang bisa seperti silicon valley, minimal sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi-inovasi lainnya yang digunakan di indonesia. Jawabannya tentu saja bisa.

Salah satu yang lumayan santer (hasil obrolan dengan beberapa teman di bandung), bandung akan di buat semacam silicon valleynya di indonesia dengan istilah Bandung Hitech valley. Namun apakah ini bisa direalisasikan ? kendalanya apa ? dan bagaimana cara untuk membuat agar visi ini bukan hanya pepesan kosong saja.

Sebelum melihat kesiapan bandung dalam mengembangkan Bandung Hitech valleynya, alangkah baiknya jika melihat apa saja faktor yang bisa membuat visi membuat pusat perkembangan teknologi ini bisa dicapai.

Beberapa faktor yang menjadi trigger terbentuk dan berkembangkan sebuah pusat perkembangan teknologi diantaranya adalah ketersediaan sumberdaya manusia, adanya demand, adanya dukungan dari regulator.

Untuk masalah sumberdaya manusia, daerah yang disokong oleh banyaknya institusi yang bergerak dalam pengembangan kemampuan sumberdaya manusia, merupakan kandidat utama untuk dikembangkan. Namun hal ini juga harus didukung oleh kemampuan dan kemauan institusi pendidikan tersebut untuk membuat lab-lab inkubator teknologi tentunya. Keberhasilan ini bisa dilihat dalam perkembangan silicon valley karena adanya lab-lab inkubator teknologi sekelas standford university.

Namun hal ini juga masih belum cukup, hal yang perlu diperhatikan juga adalah kesadaran untuk menggandengkan science research minded dengan applicable research minded. Banyak institusi pendidikan yang hanya berkutat dalam science research minded yang ujung-ujungnya apa yang dihasilkan hanya masih berupa tataran teoritik saja, sulit untuk dibuat bentuk nyatanya, sedangkan applicable research minded kurang diperhatikan. Padahal teknologi-teknologi yang applicable lebih bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang lebih cepat. Jadi teringat film three idiot, dimana disana sarat dengan pesan bahwa hal-hal yang lebih tinggi bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana dan bisa langsung dirasakan manfaatnya.

Jadikanlah institusi pendidikan itu milik masyarakat yang hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, jangan lah institusi pendidikan itu menjadi menara gading yang susah dijangkau oleh masyarakat. Contoh sederhana, mengapa dulu bandung mengalami darurat sampah, padahal puluhan institusi pendidikan yang notabene mampu membuat teknologi sederhana tepat guna  bertebaran? apakah institusi pendidikan tidak bisa menciptakan sebuah alat sederhana untuk mengolah sampah sendiri yang bisa dipakai masyarakat (seperti incinerator sederhana) ?  ataukah memang tidak mau dengan anggapan itu bukan level kami, level kami adalah haruslah basisnya teknologi tinggi.

 

Continued ….

Categories: Umum