Archive

Archive for January, 2012

Siapakah Aku …. Just another BOP

January 31, 2012 Leave a comment

Kemarahanku hanya pantas ditujukan untuk diriku, karena begitu banyak dosa yang diperbuat namun masih mencari justifikasi untuk meluruskannya.

Mungkin niat awalku mencari Kebaikan, tapi caranya yang kebablasan ..

Mungkin niat awalku mencari Ridlo Tuhan , tapi nyatanya penentangan ..

Mungkin niat awalku ibadah, tapi caranya menyalahi syari’ah ..

Aku bersyukur, ketika kegelapan itu hampir saja menelanku, aku dipertemukan dengan orang yang memberikan cahaya ilahiah …

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah ..

Yaa Allah Yaa Tuhanku..

Berikan petunjuk-Mu ..

Terimalah Taubatku ..

Hidup penuh dengan ketidak seimbangan, ketidakadilan .. itulah anggapan orang yang melihat dunia dari sisi keputuasaan.

Ada juga yang menganggap hidup itu hanya masalah sudut pandang atau cara pandang terhadap sesuatu, dan ini memang bisa dibenarkan.

Kita akan merasa miskin jika cara pandang kita berorientasi materi dari sudut pandang orang kaya, dalam artian kita membandingkan keadaan dengan sesuatu yang lebih dari yang dibandingkan. Orang kaya pun akan merasa miskin jika memakai sudut pandang ini.

Benar anggapan bahwa hidup itu adalah perjuangan, perjuangan untuk melawan ego sendiri. ego yang timbul akibat merasa diri lebih.

Kemarahan timbul bisa juga akibat ego yang tidak bisa ditekan. Pernahkah kita mengalami kemarahan yang timbul akibat suatu hal , yang jika dipikirkan dalam kondisi normal sebenarnya hal itu sangat tidak pantas menjadi trigger api amarah ? bukankah ada tauladan dalam kisah ketika Rasul Akhir Zaman di lempari orang thaif, ketika ditawari oleh malaikat untuk meluluhlantakan suku tersebut, beliau berkata , biarkanlah mereka, karena mereka sesungguhnya tidak tahu , dan apakah kamu tahu suatu saat keturunan mereka mungkin menjadi orang yang lebih baik ?.

Tauladan yang lain, ketika setiap hari ketika berangkat ke mesjid beliau selalu diludahi,  namun ketika orang yang suka meludahi beliau sakit, beliaulah yang pertama menengoknya.

Namun aku, sebagai kelompok JBOP, mengambil istilah Raid, Just Another Bunch of Person, hanya seonggok manusia yang lemah, sangat mungkin tidak akan sampai tingkatan tersebut, sehingga dalam sebuah keterangan, diperbolehkan untuk marah, namun itupun dibatasi dalam waktu 3 hari. Marah adalah manusiawi, cuma jangan sampai akal sehat mati gara-gara amarah. Marahlah kalau memang pantas marah, tapi cukup sementara, setelah itu tersenyumlah. Janganlah merasa kecewa atau menyesal jika hal ini datang dalam lembaran hidup. Instrospeksi diri, mungkin saja hal tersebut terjadi karena kekurangan kita, keegoisan kita, kesombongan kita yang selalu menganggap lebih dari yang lain. Apakah aku tidak malu ?? …. Seorang hamba tapi memposisikan diri seakan-akan seorang tuan … Marah bukan solusi cerdas, efeknya hanya akan membuat hidup tidak tentram. tapi janganlah pendam kemarahan, lepaskanlah dalam bentuk hal yang positif.

Aku tidak akan sanggup mengekang amarah dan hawa nafsu secara keseluruhan hingga tidak meninggalkan bekas apapun dalam diri kita. Namun jika mencoba untuk me-ngendalikan keduanya dengan cara latihan dan kesungguhan yang kuat, tentu akan bisa.

Namun tidak semua kemarahan itu tidak baik, marah yang tidak baik itu marah yang mendorong manusia kepada kejelekan.

Al-Ghazali pun membagi marah menjadi 3:

1. Marah Terpuji, yaitu marah yang timbul semata-mata karena Allah dan agama-Nya. Contohnya dalam QS 7:150

2. Marah Tercela, yaitu marah yang timbul akibat kemaksiatan, seperti marah karena kalah judi

3. Marah yang diperbolehkan adalah marah yang tidak berkaitan dengan kemaksiatan.

Sebelum marah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

1. Marahlah dengan cara yang baik

2. Segera ambil wudlu

3. Sebisa mungkin menahan amarah

4. Membaca ta’awwudz

5. Diamlah

6. Ingatlah posisi kita dimata Allah adalah sama, kecuali ketakwaannya.

 

 

Wallahu’alam

 

Dibawah langit-MU

31 Januari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

Advertisements
Categories: Diary Tags:

Semangat Baru ….

January 31, 2012 Leave a comment

Semua berawal dari tujuan , cita-cita dan harapan …

Ada orang yang berkata : “Kenapa sekarang banyak sekali orang berlomba-lomba mencari motivasi untuk mendapatkan semangat baru daam kehisupan ? ”

Yang lainya berkata :” Ahhh … Mungkin dia sudah tidak punya tujuan hidup atau terlalu banyak tujuannya sehingga malah terjadi disorientasi akibat ketidakmampuannya untuk berusaha dalam mencapai tujuan-tujuannya tersebut ”

Satu lagi berkata :”Kurang bersyukur sepertinya, atas nikmat yang diberikan Tuhan..”

Pertanyaan tersebut mugkin banyak juga dilontarkan mengingat begitu berjamurnya peminat training-training motivasi dengan dalih untuk menambah dan mengembalikan semangat dalam bekerja, bersosial, hidup dan semacamnya ..

Namun sayangnya, kadang kita tidak mengetahui sebenarnya sumber semangat itu apa ? sehingga setelah training berlalu 1-2 minggu  kemudian, semangat tersebut hilang lagi, jadinya hanya sebatas solusi temporal saja.

Yang menjadi sumber semangat adalah adanya tujuan, harapan, cita-cita yang dibarengi oleh tanggung jawab dan rasa syukur atas kehidupan yang kita jalani. Logikanya, ketika kita punya tujuan, pasti akan mentriger segala sumberdaya untuk mencapai tujuan tersebut, pikiran, tindakan akan dialokasikan untuk merealisasikan tujuan tersebut. Namun punya tujuan saja tidak cukup, harus disertai dengan tanggung jawab, tanggung jawab bahwa apa yang kita lakukan itu adalah untuk memenuhi kebutuhan kita dan ibadah sebagai manifestasi rasa syukur atas segala sumberdaya yang kita miliki. kehilangan semangat hidup adalah akibat tidak adanya kedua faktor terakhir ini.

Syukur sendiri secara definisi bisa dikatakan sebagai menjadikan atau mengggunakan sumberdaya yang kita miliki sebagai mana tujuan awal diberikannya sumberdaya tersebut.

Kita diberi tangan untuk berbuat kebaikan. Kita diberikan nalar buat berpikir, kita diberikan kesehatan untuk dijaga, kita diberikan rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan orang lain. Yang akhirnya pada Intinya  tujuannya adalah untuk kebaikan sebagai manifestasi dari penghambaan diri kepada Sang Maha Pemberi ..

Dalam prosesnya, untuk mencapai tingkatan tersebut, pasti ada saja halangan. Cobaan hidup, Musibah adalah contoh riil dari halangan tersebut. Untuk menghadapinya , think positively, bersabar adalah sebuah sikap yang dapat membantu melewati proses halangan tersebut tanpa harus mengikis sikap syukur.

Intinya jika mau semangat kita tetap menyala dan berkobar …

Bersyukurlah, kembali kepada tujuan hidup dan bertanggung jawablah …

Masalah adalah sebuah solusi untuk mempertebal dan melatih sikap syukur …

Jangan Hindari masalah, hadapilah ..

 

Grand Wijaya, Blok M

Jakarta, 31 Januari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Diary Tags:

Pesimis itu perlu

January 30, 2012 Leave a comment

Dari kecil selalu diajarkan untuk bersikap optimis, janganlah bersikap pesimis.

Definisi dari optimis itu sendiri adalah selalu berpengharapan dan berpandangan bahwa segala sesuatu akan berakhir baik.

dalam kamus oxford didefinisikan harapan dan keyakinan tentang masa depan atau hasil yang sukses dari sesuatu;. Kecenderungan untuk mengambil pandangan positif atau penuh harapan.

Orang yang optimis selalu berpandangan segala sesuatu itu akan selalu berakhir dengan baik, segala usaha yang dilakukan akan menghasilkan kesuksesan.

dengan adanya doktrinasi bahwa hidup harus selalu optimis, sehingga terjadi persepsi bahwa jika bersikap pesimis itu adalah suatu hal yang tidak baik., tidak bergunasehingga sebisa mungkin harus dihindari.

yang jadi pertanyaan, apakah anggapan itu benar ?

Ada sebuah ilustrasi sederhana :

Di Sebuah pabrik mobil, divisi perakitan menggunakan teknologi dan mekanisme kerja yang bisa mengurangi bahwan mengeliminir kecacatan kendaraan yang dihasilkannya.sehingga mereka berani bertaruh bahwa mobil mereka aman untuk dikendarai tanpa memerlukan instrumen keselamatan tambahan.

di lain pihak, bagian keselamatan beranggapan bahwa kecelakaan yang melebihi batas kemampuan untuk melindungi pengendaranya pasti akan selalu terjadi walaupun dalam skala yang kecil, dan bersifat random.

sehingga untuk melindungi pengendara diperlukan instrumen keselamatan tambahan disamping rangka dan body mobil yang indestructable yaitu  dengan dipasangkannya air bag dan seat belt.

dari ilustrasi diatas, bagian perakitan bersikap secara optimis, dan bagian keselamatan berpikiran sebaliknya, yaitu pesimis.

Dalam kasus yang lebih umum, sikap pesimis juga sangat berguna untuk melahirkan alternatif strategi jika strategi utama gagal atau tidak berjalan dengan semestinya.

Management resiko juga berangkat dari sisi pesimistis. sehingga lahirlah strategi-strategi untuk menghadapi resiko tersebut, apakah dengan accept, avoid ataupun mitigate.

Dalam ajaran agamapun, sebenarnya tidak ada larangan untuk bersikap pesimis. yang ada adalah larangan untuk berputus asa. dan harus dibedakan antara pesimis dan putus asa, karena hal itu adalah dua hal yang berbeda.

Ajaran untuk bersabar, tawakal mengindikasikan bahwa dalam hidup ini tidak selamanya akan mengalami yang baik-baik saja. Suatu saat musibah bisa datang menghampiri.

Kadang orang beranggapan bahwa bersabar itu hanya sebatas sikap yang diperlihatkan setelah musibah datang. padahal sabar dan tawakkal itu harus dilakukan sepanjang waktu.

Berusaha untuk membuat rencana untuk menghindari musibah juga masih masuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Usaha untuk menghindari segala maksiat pun termasuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Sabar dan tawakkal itu adalah kombinasi yang seimbang antara sikap pesimistis dan optimis. pesimistis bahwa jalan hidup itu akan selalu baik namun optimis bahwa apapun yang terjadi itu semua merupakan hal yang terbaik menurut Allah untuk kehidupan kita.

 

Seimbangkanlah sisi optimis dan pesimis dalam hidup, karena hal ini akan melahirkan sikap sabar, tawakkal dan syukur. 

jangan sepenuhnya menghilangkan sisi pesimis dan mengagungkan sisi optimis karena hal ini akan melahirkan kesombongan

jangan pula mengagungkan sisi pesimis dan mengurangi sisi optimis, karena hal ini akan melahirkan rasa putus asa.

Ada ungkapan menarik :

Berpikiran secara pesimis, namun berusaha secara optimis.

Wallahu ‘alam

 

Rainy and Cloudy Town,

Senin, 30 Januari 2012

 

A.Ahmad Kusumah

Categories: Diary Tags:

Using old method export pump on Oracle 11g R2

January 12, 2012 Leave a comment

Did u ever wanna export your oracle schema on 11g version R2, but the empty tables are not exported ?

This is happened because of new features on oracle 11g R2 deferred segment creation.

On oracle documentation explicitly stated when creating a non-partitioned heap-organized table in a locally managed tablespace, table segment creation is deferred until the first row is inserted.  This is set via setting the initialization parameter DEFERRED_SEGMENT_CREATION TRUE, which is default when you create DB.  Having said that unless you insert first record object is not visible to our traditional exp tool.

This new features has advantages such as :

  1. Reduce amount of disk space
  2. Reduce time on installation state

If u insist of using old method export, the work around is :

1. Alter all table and allocate extents using :

ALTER TABLE tablename ALLOCATE EXTENT;

2. Alter system and set Deferred Segmentation = False

ALTER SYSTEM SET DEFERRED_SEGMENT_CREATION=FALSE;

Below is simple script to allocate extent to all tables,

DECLARE
    CURSOR C1 IS SELECT table_name FROM user_tables;
    v_stmt VARCHAR2(32767) := NULL;
BEGIN
    FOR I IN C1 LOOP
        v_Stmt := 'ALTER TABLE '||I.table_name||' ALLOCATE EXTENT';
    EXECUTE IMMEDIATE v_stmt;
        v_stmt := NULL;
    END LOOP;
END;
/

Jakarta, 12 January 2012

A. Ahmad Kusumah

Menara Kadin