Archive

Archive for the ‘Umum’ Category

Remove , eradicate stubborn strange character files on OSX

June 6, 2012 Leave a comment

This problem maybe just small problem but disturbing when you see a trash with files that you can’t remove.

I have been Facing this kind of problem for several month since try to create some modification on my own application.

When the modification done, i trashed all files related to this project , and using empty trash option to completely remove it. But, there are several files with strange name with special character can not be deleted.

I try several ways to remove those files, but no luck. Using command rm -f, trying to rename those files, and so on.

After several month passed, the light come up. Accidentally, when i reboot my mac, i hit the SHIFT button, and my OSX boot on safe mode. When i logged in, I try to empty the trash, and voilla … My trash now empty … hahahahaha

So, the conclusion, if u wanna eradicate stubborn files on the trash, try this step :

1. Boot on your mac os on safe mode (Hit the SHIFT Button while booting up)

2. Log in

3. Empty Your trash

4. Reboot normally ..

 

June, 6th 2012

 

Aah Ahmad Kusumah

Advertisements
Categories: Umum Tags: , , , , ,

Creating ISO on Mac Os Leopard (CD Backup)

February 13, 2012 Leave a comment

Creating iso on mac os is easy to do. With simple step we can backup our CD/DVD into *.iso file and used as primary backup in case our original CD/DVD is scratched and can’t read anymore.

In this case, i’ll try to backup CD/DVD original application bundled shipped with Mac Book Pro.

There’s 2 way to make an iso,

1. Using Disk Utility

2. Using Terminal command

i prefer using 2nd method instead of 1st method, cause of lot of problem occured using disk utility.

The steps are :

1. Open Terminal

2. Insert CD/DVD into drive

3. Invoke command

drutil status

4. From step 3 we can see the drive , i.e /dev/disk2

5. Invoke the following command to start making ISO

 dd if=/dev/disk2 of=<filename>.iso

6. Wait till process finished

7. Mount the iso to verify the content using finder and DiskMounter

 

 

14 February 2012

BogCamp

 

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Umum Tags: ,

Wali Nikah

October 1, 2011 Leave a comment

Gara-gara ada yg nelpon malem2, jadi kebangun dan susah tiidur lagi, akhirnya tergerak untuk bikin tulisan ini …

Wali nikah …
Tadi siang dapet pertanyaan, setelah ayah, yag paling berhak menjadi wali nikah itu siapa ?

Setelah melihat-lihat kembali catatan tentang bab pernikahan, sebenarnya tidak ada dalil khusus yg secara spesifik menunjukan, urutan siapa yang paling berhak menjadi wali nikah setelah ayah perempuan tersebut.

Dalam al-qur’an surah An-Nisa ayat 11, secara tersurat cuma disebutkan yg paling dekat kekerabatannya.

Mengenai keterdekatan dalam kekerabatan, banyak perbedaan peendapat tentang siapa-siapa saja yg dimaksud kerabat yg terdekat.

Yg paling masyhur, yg dipegang oleh madzhab Syafi’I, bahwa urutan yg paling berhak menjadi wali adalah sebagai berikut :

1. Ayah
2. Kakek dari pihak ayah
3. Anak laki-laki
4. Cucu laki-laki (dari anak laki-lakinya)
5. Saudara laki-laki seayah dan seibu
6. Anak laki-laki dari saudara seayah dan seibu.
7. Saudara laki-laki seayah
8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah
9. Paman dari pihak ayah
10. Anak laki-laki dari paman.

Yang jadi PR kedepannya adalah dalil yg menjadi dasar pendapat yg masyhur ini ..
Sepertinya harus membuka kembali kitab-kitab fiqih karangan As-syafi’I yg membahas tentang hal ini .

Wallahu A’lam ..

Categories: Umum Tags: ,

Empat Media Penyebab Fahisyah …

May 1, 2011 1 comment

Bismillah ….

Setelah sekian lama akhirnya bisa menulis kembali …

kesibukan yang yang melanda akhir-akhir ini juga beberapa kejadian yang mengharuskan diri lebih bersabar telah secara langsung membuat semangat untuk menulis menjadi berkurang. Namun sesuai dengan ungkapan populer ..” lebih baik telat daripada tidak sama sekali”, yang suka dijadikan senjata orang-orang pemalas dan futur untuk justifikasi perbuatannya, kayaknya masih relevan untuk dijadikan sebagai landasan menulis kembali …

Tulisan ini dilhami oleh maraknya fenomena Fahisyah yang semakin merejalela di negeri tercinta ini. Tidak orang besar, orang kecil, gejala ini merasuk ke semua elemen sampai ke persendian kehidupan bermasyarakat. Dahulu, ketika manusia masih punya “malu” dan kesadaran akan adanya hari pembalasan, kejadia-kejadian ini merupakan sebuah aib besar dan sebuah pukulan terhadap norma sosial bermasyarakat, namun sekarang hal itu sepertinya sudah dianggap sebuah hal yang biasa.

Fenomena MBA (married by Accident), kebanggaan akan kehamilan yang terjadi sebelum nikah, menjamurnya film-film esek-esek atas nama kebebasan berekspresi merupakan contoh kejadian-kejadian yang kayaknya sudah dianggap biasa oleh sebagian masyarakat. dan maslahnya ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar dan metropolitan, bahkan di pelosok perkampungan yang dulu dijadikan sebagai basis untuk mengontrol norma, hal itu sepertinya sudah dianggap sesuatu hal yang wajar.

Benar ungkapan orang tua dulu , ” nanti diakhir zaman, ketika dunia mendekati akhir, kalo sekarang berzina sembunyi-sembunyi, maka pada masa itu orang cuma bisa berkata , ” tolong, jangan berzina di tengah jalan, carilah tempat yang tersebunyi””.

Yang jadi pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi ? dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak semakin parah?. padahal jelas-jelas di dalam Alqur’an Allah berfirman :

Dan janganlah kamu mendekati zina,  sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan  yang keji ( fahisyah ) dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Isra’, 32)

Dalam ayat ini dijelaskan , bahwasanya Allah  Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tentang kejinya zina, karena kata “fahisyah” maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan diakui kekejiannya oleh setiap orang yang berakal, bahkan oleh sebagian banyak binatang.

Dalam ayat lain , Allah berfirman :

“Sesungguhnya beruntunglah orang orang yang beriman,   ( yaitu ) orang orang yang khusyu’  dalam shalatnya, dan orang orang yang  menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna, dan orang orang yang  menunaikan zakat, dan orang orang yang  menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri istri  mereka, atau budak budak yang mereka miliki,  maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari yang dibalik  itu, maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas.” ( QS. Al Mu’minun, 1 – 7 ).

dari ayat ini , khususnya pada bagian ayat 5 -7, secara eksplisit dijelaskan bahwa orang yang tidak mampu menjaga kemaluannya adalah orang yang rugi (tidak beruntung), digolongkan sebagai orang yang tercela, dan termasuk orang yang melampaui batas.

Untuk menjaga agar tidak terjerumus kepada kenistaan yang telah disebutkan diatas, dalam salah satu kitabnya, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata bahwa ada 4 macam pintu masuknya maksiyat, barangsiapa yang bisa menjaga kontrol terhadap keempat pintu ini, maka Insya Allah Niscaya dia akan terhindar dari maksiyat.

1. Pandangan

Rasullullah SAW bersabda :

“Janganlah kamu ikuti pendangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” ( HR. At Turmudzi, hadits hasan ghorib ).

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan  pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari kiamat.”      ( HR. Ahmad )..

Pandangan adalah pintu masuk awal perbuatan maksiat. karena dari pandangan itu akan menyebabkan adanya pikiran untuk berbuat maksiat, lalu di tanamkan dalam hati yang secara langsung akan menimbulkan dorongan motorik untuk melaksanakan perbuatan  yang didasari oleh syahwat.

Oleh karena itu, dikatakan oleh sebagian ahli hikmah bahwa “bersabar dalam menahan pandangan mata ( bebannya ) adalah lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang ditimbulkannya.”

Sesungguhnya menahan pandangan itu lebih mudah dari pada meratapi penyesalan yang timbul akibat dari hasil pandangan tersebut. Maka dari itu, jagalah pandangan dari hal-hal yang bukan menjadi haknya …

2. Pikiran

Maksud pikiran disini adalah pikiran yang melintas sebagai hasil dari proses pandangan atau yang didahului oleh input dari dunia luar. Disinilah pengolahan pertama kali sebelum adanya perbuatan. dorongan syahwat atau dorongan untuk melakukan aksi sebagai response dari input luar disinilah mulai diproses sehingga akhirnya menghasilkan tekad yang kuat dan bulat.

Pikiran pikiran itu akan terus melintas di benak dan di dalam hati seseorang, sehingga ahirnya dia akan manjadi angan angan tanpa makna (palsu ).

“Laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang orang yang dahaga, tetapi bila ia mendatanginya maka ia tidak mendapatkannya walau sedikitpun, dan didapatinya (ketetapan ) Allah di sisiNya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amalnya dengan cukup, dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNya.” ( QS. An Nur, 39 ).

Di sinilah akal, nalar dan pengetahuan itu berperan. Di sini akan diketahui siapa orang yang tinggi, siapa orang yang sukses, dan siapa orang yang merugi. Kebanyakan orang yang mengagungkan akal dan pengetahuannya, akan kita lihat dia mengorbankan sesuatu yang penting dan tidak khawatir kehilangan kesempatan untuk itu, demi melakukan sesuatu yang tidak penting yang tidak dikhawatirkan kehilangan kesempatan untuk melakukannya. Dan kita tidak akan mendapatkan seorangpun yang selamat dari hal seperti itu. Hanya saja ada yang jarang dan ada pula yang sering menghadapinya.

Akal dan nalar serta pegangan yang kuat terhadap tali-tali Allah akan membuat kita punya saringan untuk mengenyampingkan lintasan-lintasan . pikiran yang tidak baik dan lebih fokus untuk mewujudkan lintasan-lintasan pikiran yang baik, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan keridloan Allah AWT.

“Dan nafsumu, bila engkau tidak menyibukkannya dengan kebenaran, maka dialah yang akan menyibukkanmu dengan kebathilan.”

3. Lidah

Lidah adalah sarana kita berkomunikasi dengan dunia luar. baik buruknya hubungan kita dengan dunia luar ditentukan oleh mampu atau tidaknya kita menjada lisan kita.

Kalau kita ingin mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang, maka lihatlah ucapan lidahnya, ucapan itu akan menjelaskan kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak suka.

Nabi Muhammad  Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab “Mulut dan kemaluan”. ( HR. Turmudzi, dan ia berkata : hadits ini hasan shoheh ).

Ibnu Qayyim berkata :

Pada lidah itu terdapat dua penyakit besar. Bila seseorang bisa selamat dari salah satu penyakit itu maka dia tidak bisa lepas dari penyakit yang satunya lagi, yaitu penyakit berbicara dan penyakit diam. Dalam satu kondisi bisa jadi salah satu dari keduanya akan mengakibatkan dosa yang lebih besar dari yang lain.

Orang yang diam terhadap kebenaran adalah syetan yang bisu, dia bermaksiat kepada Allah, serta bersikap riya’ dan munafik bila dia tidak khawatir  hal itu akan menimpa dirinya. Begitu pula orang yang berbicara tentang kebatilan adalah syetan yang berbicara, dia bermaksiat kepada Allah. Kebanyakan orang sering keliru ketika berbicara dan ketika mengambil sikap diam. Mereka itu selalu berada di antara dua posisi ini.

4. Perbuatan

Tentu saja penyebab yang paling utama dari maksiat adalah perbuatannya. jika hanya sebatas baru niat , maka itu masih belom dimasukkan sebagai dosa, ketika sudah dilakukan barulah dianggap sebagai dosa. itu ungkapan sebagian ulama.

Namun perbuatan itu didasari oleh ketiga hal sebelumnya, sehingga jika kita bisa selamat dari ketiga penyebab diatas, maka yang keempat Insya Allah akan selamat.

akhir kata :

“Di antara tanda-tanda kiamat bila ilmu (syar’i)  menjadi sedikit (kurang), dan kebodohan menjadi tampak serta zina juga menyebar (di mana-mana), pria jumlahnya sedikit dan kaum wannita jumlahnya banyak sehingga untuk lima puluh wanita (perbandingannya satu orang pria.”( HR. Bukhori dan Muslim ).

Wallahu ‘Alam Bishowaab ..

Bogor, 1 Mei 2011

A. Ahmad Kusuman

Categories: Umum Tags: , ,

Menjaga sumber daya yang paling penting di Organisasi (SDM)

February 15, 2011 4 comments

 

(courtesy of http://www.mrt-ltd.com)

Terinpirasi dari obrolan dengan seorang teman ….

Pada sebuah organisasi disamping modal dan infrastruktur, ada satu bagian penting untuk menjaga kesinambungan dan daya saing perusahaan. Karyawan … .. (SDM)

Sumber daya manusia sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Mereka adalah sumber utama produksi bisnis, pengembangan, dan kemajuan. Kompetisi di antara bisnis dan perusahaan untuk mempekerjakan karyawan terbaik adalah ancaman bagi perusahaan untuk kehilangan pekerja mereka yang paling berharga. Perusahaan lain mungkin menawarkan mereka gaji lebih tinggi dan tunjangan lainnya yang besar. Pada kondisi ini loyalitas mereka terguncang dan diuji.

Namun, perusahaan tidak bisa mengharapkan karyawan tetap dalam perusahaan jika mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih baik ditempat yang lain. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga loyalitas SDM ini terhadap perusahaan. Ada berbagai cara untuk meningkatkan kualitas kerja mereka dan mempertahankan loyalitas mereka. Yang paling mudah adanya imbalan dan kompensasi yang sebanding dengan kerja meraka, gaji yang kompetitif, adanya reward system dan adanya system keterbukaan diperusahaan. Walaupun hal ini merupakan hal yang klasik dan hanya menyangkut sisi financial saja, ini adalah alasan terkuat dan paling praktis mengapa seorang karyawan tetap di perusahaan kita  dan  secara langsung bisa memacunya untuk terus memimiliki kinerja yang baik. 
 Sistem penghargaan (reward system)  bisa  meningkatkan antusiasme sumber daya manusia untuk berusaha dan menyelesaikan tugas nya.

Namun, sistem gaji atau model kompensasi ini mungkin tidak cukup untuk menjaga loyalitas dan kinerja mereka. Harus ada sumber lain yang menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjaga mereka dalam perusahaan kita. Adanya system pensiun, career path yang jelas, status yang jelas (misal adanya system recruitment yang menitik beratkan pada usaha untuk menjadikan status mereka permanen, bukan hanya pekerja kontrak), job desc yang jelas, jangan sampai mereka dibebani pekerjaan yang berada diluar keahlian mereka, karena hal ini disatu sisi akan memberikan efek positif dengan bertambahnya pengetahuan mereka, namun disi lain ini akan membuat mereka berpikir bahwa perusahaan kita tidak mature secara kelembagaan dan akan membuat beban psikis mereka bertambah.

Sesungguhnya, perusahaan tidak dapat berhasil tanpa tenaga kerja yang terbaik dan sangat baik. Sumber daya manusia sangat penting bagi kemajuan dan perkembangan bisnis. Dalam kompetisi bisnis, sumber daya yang sangat baik dan bekerja keras merupakan salah satu daya saing yang harus dipertahankan. Oleh karena itu, dengan adanya insentif dan penghargaan bagi karyawan yang tetap setia dan terus melakukan pekerjaan yang berkualitas merupakan salah satu cara untuk menjaga daya saing perusahaan secara keseluruhan dari aspek SDM. Loyalitas mereka harus sangat dihargai karena mereka adalah kekuatan utama bisnis.

Perpindahan SDM dari perusanaan ke perusahaan saingan juga menimbulkan ancaman terhadap rahasia perusahaan yang mungkin telah terpapar ke pekerja. Sehingga diperlukan sebuah mekanisme dan system yang jelas untuk menjaga loyalitas mereka. Mekanisme ini umumnya dalam bentuk uang atau tunjangan seperti perencanaan pensiun gratis, tunjangan pensiun, liburan, dan fasilitas lainnya bagi para karyawan yang loyal dan berkinerja baik.

 

Jakarta, 15 Februari 2011

 

A. Ahmad Kusumah

Categories: Umum

Miris …..

December 26, 2010 Leave a comment

Hanya lagi pengen nulis aja …. (miss u my blog)

Udah beberapa hari ini, or tepatnya minggu ini blog ini kontennnya tidak pernah update …

bukannya tidak ada waktu tapi memang sibuk banget perasaan …

 

But, anyway tulisan ini bukan tentang itu, cuma tentang rasa miris yang timbul akibat beberapa kali melihat kejadian yang secara nalar, pantaskah hal itu dilakukan, atau bukan pantas tepatnya, tapi apakah tidak ada cara lain yang lebih elegan …

Kejadian pertama, suatu ketika sedang duduk manis ditempat makan yang lumayan strategis dan ekonomis disekitaran setiabudi. waktu ini kalo tidak salah menunjukan jam 7.30 malam. Ketika sedang asyik menyantap makanan, tiba-tiba dari kejauhan terlihat seorang ibu, dengan dandanan yang cukup rapih, berjilbab , tidak terlihat letih berjalan dengan mengipit (atau mengetek ya ??) tas kulit sintetis dan segepok kertas yang ntah apa isinya.

setiap menemui tenda makanan yang berjejer rapih di belakang the peak sudirman, ibu tersebut masuk, bicara sebentar sambil menyodorkan kertas yang dia bawa, begitu terus sampai akhirnya giliran sampai ke tempat orang yang nulis blog ini makan. Dengan sopan si ibu tersebut mengucapkan salam, dengan tutur bahasa yang sopan dan halus si ibu tersebut berkata yang pada intinya, bagi siapa saja yang mau membantu anak yatim silahkan untuk mengisi amplop (yg tadi dikira kertas), yang dibagikan oleh si ibu tersebut. dan akupun kebagian amplop tersebut.

Amplop tersebut, pada bagian luarnya dengan jelas terlihat ada cap yang ntah apa tulisannya, karena sudah kabur akibat sudah agak leceknya amplop tersebut. Ibu tersebut kemudian berdiri sejenak, menunggu amplop tersebut dikembalikan. setelah amplop tersebut dikumpulkan semuanya oleh si ibu tadi, dengan senyuman yang terlihat tulus, sibu tersebut keluar dari tenda itu dimana aku sedang duduk.

Kejadian kedua, terjadi beberapa minggu lalu, tempatnya di kantor, di The promenade building. Hari itu dikantor sedang komplit, semua tim JWEBS lagi pada kumpul, ada rama, zaky, sandy dan aku sendiri. Ketika itu ketika sedang asyik melihat ke dinding, melihat sorotan cahaya infocus yang menampilkan gerakan-gerakan animasi yang sedang menggiring dan menendang bola A.K.A sedang maen PES, tiba-tiba, di luar terlihat ada 2 orang wanita cantik berjalan dan melihat kedalam kantor. (kantor kita itu pintunya teruat dari kaca polos, sehingga orang luar bisa melihat dengan jelas ke dalam). dengan refleks, kami berseru, wow ada pemandangan indah d luar tuh … (kekeke). Tak berapa lama, kemudian kedua wanita tersebut ternyata berjalan mendekati pintu kantor kami dan mengetuk pintu dengan sopan. lalu setelah dipersilahkan masuk, mereka dengan bas-basi yang intinya meminta sumbangan juga. akhirnya, ntah karena malu atau sensi, waktu itu kami memberikan sumbangan dengan tetap menampilakn senyuman yang dibuat sok manis … (wkwkwkw).

kejadian ketiga, terjadi tadi maghrib, sebelum kickoff malaysia Indonesia, kejadiaanya apersis seperti kejadin peratam, cuma kali ini yang datang 2 orang gadis berjilbab lengkap, dan dengan sedikit basa-basi intinya meminta sumbangan buat anak yatim.

Dari ketiga kejadian tersebut ada pola yang sama yaitu meminta sumbangan yang alasannya untuk membantu anak-anak yang kekurangan.

Yang jadi masalah adalah kok cara meminta sumbangannya jadi terkesan seperti mengemis ? sampai dor to dor kayak gitu ? apakah tidak ada cara yang lebih elegan istilahnya, biar tidak terlihat mengemis. Bukankah kita mempunyai departemen sosial yang seharusnya mengurusi hal-hal seperti ini, apakah tidak lebih baik langsung meminta bantuan ke dinsos terkait ?

Ataukah karena tipe birokrasi di Indonesia yang menyebabkan akhirnya mereka memilih terjun langsung meminta bantuan dari pada minta bantuan ke dinas terkait ? gak tahu juga apa jawabannya.

Ada masalah lain, karena pola-pola ini sering terlihat di ibu kota ini, ntah itu di bis, atau dijembatan penyebrangan busway, ada saja yang membagikan amplop untuk bantuan anak yatim, akhirnya stigma yang muncul dimasyarakat.. wahh ini sih bukan buat anak yatim, tapi pola baru mengemis. akhirnya walaupun sejatinya kegiatan tersebut memang untuk kepentingan anak-anak yatim, tapi karena stigma tersebut akhirnya mereka dikelompokan oleh masyarakat sebagai kelas pengemis, sama seperti pengemis-pengemis lain yang katanya terorganisir.

Yang membuat miris adalah ketika anak-anak juga diterjunkan untuk hal-hal seperti ini. Ada anak-anak berpeci membawa tromol didepan indomart meminta sumbangan yang juga atas nama anak yatim.

Ada yang berkata, itu sih cara baru mengemis, biar mendapatkan uang lebih banyak. tapi wallahu ‘alam, Hanya Allah yang Tahu, yang terpenting seharusnya pemerintah bisa melihat fenomena ini, dan mencari solusinya. Milyaran duit hasil pajak, daripada digunakan untuk membiayai pejabat nonton bola, mendingan digunakan untuk membiayai mereka, anak-anak terlantar yang katanya ditanggung oleh negara agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak, sehingga cara-cara seperti “mengemis” ini bisa diminimalisir. karena secara tidak langsung, ketika anak-anak dilatih untuk “mengemis” seperti ini, selain merenggut masa anak-anak mereka, tapi juga secara langsung mendidik mereka untuk selalu bergantung kepada belas kasihan orang lain ….

 

Jakarta, 26 Des 2010

 

A. Ahmad K

 

 

Categories: Umum

Jujur dan apresiatif sekadarnya saja ….

December 17, 2010 Leave a comment

(ilustrasi courtesy of  multiply.com)

Ada yang bilang,

“jika kita melakukan sesuatu hal melampaui batas, malah yang akan kamu dapatkan adalah sebaliknya.”

“Siapa saja yang menyegerakan sesuatu sebelum waktunya, pada akhirnya dia hanya akan mendapatkan sesuatu yang kosong saja”

Pernahkah kita menyanjung orang ? atau pernahkan kita memuji seseorang atas prestasinya ? atau pernahkah menjenguk orang yang sakit dan menghiburnya ?

Dari ketiga pertanyaan tersebut ada 2 aspek yang berbeda, yang bisa kita tinjau:

Yang pertama, masalah memuji atau memberikan apresiasi. pada dasarnya, memuji sesorang adalah hal yang wajar-wajar saja,  sebagai bentuk penghargaan terhadap apa yang telah dia capai. Namun perlu diingat, janganlah memberikan apresiasi sehingga seakan-akan terlalu hiperbolis. sekali dua kali kita mengatakan hal tersebut, pada orang tersebut, kemungkinan dia akan merasa bangga dan merasa dihargai, namun jika keterusan dan terkesan hiperbolis, maka ada kemungkinan dia malah menganggap kita menjelek-jelekannnya.

Contoh sederhana,

Ada seorang mahasiswa fisika, yang kesehariannya biasa-biasa saja, dalam hal akademis tidak terlalu menonjol. Pada suatu ketika, ketika mengikuti ujian mekanika kuantum yang terkenal sangat jlimet dan sangat sulit, dia mendapatkan nilai yang sangat mengagumkan, 99 dari skala 100. Seorang temannya, langsung memujinya, ” wah kamu, pintar banget, bisa dapat nilai nyaris sempurna dalam mata kuliah ini”. Si mahasiswa tersipu dan menjawab, ” ahh, biasa saja, mungkin lagi beruntung saja, saya menghapal bagian yang keluar di ujian.” lalu pada kesempatan lain, Seorang temannya ada memuji dia lagi, ” Wah, pintar sekali kamu, einstein aja kalah sama kamu, einstein perlu puluhan tahun untuk memahami mekanika kuantum , kamu cuma semalam saja, kereenn”. Namun si mahasiswa tadi bukannya senang malah marah.

Coba lihat , apa yang beda antara pujian yang pertama dan pujian yang kedua ?? dan mengapa reaksinya bisa berbeda ??

Yang kedua, masalah menyegerakan sesuatu sebelum waktunya, atau memberikan sesuatu sebelum waktunya atau tidak tepat pada waktunya. Kejujuran adalah sesuatu yang diperintahkan dan menjadi salah satu nilai lebih bagi seorang manusia. namun kejujuran juga harus melihat waktunya, ada kalanya kejujuran itu harus kita sembunyikan.

Sebagai contoh sederhana.

Ada seorang laki-laki menjenguk temannnya yang sedang sakit tipus. Dengan membawa sekeranjang buah tangan (buah-buahan) dia masuk ke dalam kamar perawatan si sakit. kemudian, dia berbicara kepada yang sedang sakit ” Oh, mukamu pucat sekali, matamu menguning, bibirmu kering , dan penglihatanmu terlihat tidak fokus”. Coba kita renungkan, pantaskah kita mengatakan hal tersebut kepada orang yang sedang sakit ? dilihat dari segi kejujuran tidak ada yang salah, memang begitulah keadaanya, namun ditinjau dari sisi psikologis, apa yang diucapkan laki-laki tersebut malah akan menyebabkan semangat sembuh si sakit semakin drop, dia mungkin akan berpikir, ” benarkah saya sudah separah itu ?”.

ada lagi sebuah kisah yang diambil dari Istamti bi hayatik .

Ada seseorang yang mengunjungi seorang temannnya yang memang lagi sakit dengan penyakit yang cukup berbahaya. dia kemudian bertanya kepada si sakit, penyakitnya apa. setelah dijawab oleh si sait, si penjenguk tadi berkata “Ohh, penyakit ini pernah diderita si anu, dan akhirnya seminggu setelah dirawat dia meninggal dunia. Penyakit ini pula pernah diderita oleh teman saudaraku, dan kemudian dia meninggal juga”.

Coba renungkan lagi, pantaskah si penjenguk berkata hal demikian ?? walaupun apa yang dia akatakan itu benar ??

Ada kisah lainnya.

Ada seorang laki-laki menaruh hati pada seorang wanita. Bertahun- tahun dia memendam perasaan tersebut, dan tidak berani mengungkapkannya atau tidak mau berkata jujur kepada wanita tersebut bahwa dia menyukainya. Suatu ketika, ketika dia udah merasa siap, dengan berani dia berkata, gw harus jujur atau tidak sama sekali.

Dengan semangat 66, dia datang kerumah wanita tersebut, setelah memberikan salam, dia langsung berkata pada wanita tersebut. “teh, saya suka sama kamu. mau gak nikah sama saya”.

Namun apa yang terjadi, dia malah digebukin orang banyak. kenapa bisa terjadi begitu ? karena dia berkata ketika wanita tersebut lagi melakukan akad nikah dengan calon suaminya …. (… kisah ngelantur … 😀 😀 :D)

Jadi kesimpulannya ,

Katakanlah sesuatu pada tempat dan waktu yang tepat, serta jangan berlebihan.

(jujurlah ketika saatnya memungkinkan….) 😀

 

Jakarta, 17 Desember 2010

A. Ahmad Kusumah

Categories: Story of life, Umum Tags: ,