Archive

Archive for February, 2012

Creating ISO on Mac Os Leopard (CD Backup)

February 13, 2012 Leave a comment

Creating iso on mac os is easy to do. With simple step we can backup our CD/DVD into *.iso file and used as primary backup in case our original CD/DVD is scratched and can’t read anymore.

In this case, i’ll try to backup CD/DVD original application bundled shipped with Mac Book Pro.

There’s 2 way to make an iso,

1. Using Disk Utility

2. Using Terminal command

i prefer using 2nd method instead of 1st method, cause of lot of problem occured using disk utility.

The steps are :

1. Open Terminal

2. Insert CD/DVD into drive

3. Invoke command

drutil status

4. From step 3 we can see the drive , i.e /dev/disk2

5. Invoke the following command to start making ISO

 dd if=/dev/disk2 of=<filename>.iso

6. Wait till process finished

7. Mount the iso to verify the content using finder and DiskMounter

 

 

14 February 2012

BogCamp

 

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Advertisements
Categories: Umum Tags: ,

How to propose a woman in Islam …

February 2, 2012 Leave a comment

Propose atau khitbah atau pertunangan merupakan hal yang lazim dilakukan dan merupakan masuk tahapan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dalam prakteknya, pihak laki-laki kadang akan merasa sangat nervous, deg-deg an, mengira-ngira bagaimana proses khitbahnya, apakah akan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan atau malah sebaliknya.

Sebelum proses khitbah yang biasa dilakukan di adat indonesia, ada baiknya jika dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. diskusikan rencana khitbah dengan keluarga

2. kenalilah calon istri dengan baik.

3. beritahulah calon istri akan rencana khitbah tersebut

4. bicaralah dengan keluarga calon istri dalam hal ini wali-nya tentang rencana khitbah tersebut

5. siapkanlah mental dan teguhkanlah hati untuk menjalani prosesi khitbah ini.

Insya Allah, jika kelima hal tersebut sudah dilakukan, proses khitbah akan berjalan dengan baik.

dalam Islam, tatacar megkhitbah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :

1. Melihat calon istri

Dalam hal ini tentu saja harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syari’at. sebagaimana yang diatur dalam syari’ah.

2. Tidak boleh melamar wanita yang sudah dilamar

3. Wanita yang dilamar harus dalam keadaan boleh untuk dilamar, tidak ada halangan yang mencegahnya untuk dipinang

4. Merahasiakan proses lamaran

hal ini sesuai dengan keterangan :

Dari Ummu Salamah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”.

Mengenai lamaran ini, dalam dat yang umum berlaku di Indonesia, biasanya laki-laki yang berinisiatif dan memegang peranan penting dalam proses lamaran. yang jadi pertanyaan, apakah boleh wanita yang melamar laki-laki ?

Secara syari’ah hal ini diperbolehkan, yang menjadi landasannya, diantaranya :

1. Rasulullah SAW dilamar oleh siti Khadijah

2. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah :

Dari Tsabit, ia berkata,”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnya ada seorang anak perempuannya. Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuan kepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? Kemudian anak perempuan Anas menyeletuk,”Betapa tidak malunya perempu itu!” Lalu Anas menjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah, karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau.

Dalam prosesi Khitbah atau lamaran, tidak ada tatacara atau ritual khusus yang harus dilakukan, Khitbah sendiri memiliki arti secara sederhana adalah proses meminta ijin kepada wali dan wanita yang dikehendaki untuk dinikahi.

Mengenai kebiasaan ketika khitbah adanya istilah “seserahan” kalau dalam bahasa sunda, itu bukan sesuatu yang harus dilakukan. bahkan tukar cincin pun itu tidak ada aturannnya. bahkan jika kita menganggap hal itu adalah sesuatu yang harus dilakukan agar proses lamaran sah, maka hal itu bisa menjadi bid’ah. Jikapun kita berkehendak untuk melakukan hal itu, niatkanlah sebagai pemberian untuk memanjangkan tali silaturahmi, sehingga hukumnya hanya sebatas sebagai hadiah, tidak lebih.

Itu sekilas tentang tata cara untuk melakukan khitbah.

Wallahu ‘alam ..

 

Bogcamp,

3 Februari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Diary Tags: ,