Archive

Archive for July, 2010

Penderitaan dalam Kejujuran, sebuah renungan …

July 31, 2010 1 comment

Kata orang, kejujuran terhadap apa yang kita rasakan dan berani mengakui apa yang ada dalam diri kita, akan membuat hati kita lebih tenang, dan terbebas dari beban dan belenggu pikiran sebagai ekses atas apa yang kita rahasiakan.

Tapi, kayaknya tidak semua kejujuran berbuah hal yang sama. Ada kejujuran, yang bukannya membuat diri terbebas dari kekangan beban hal yang kita rahasiakan, justru malah membuat diri lebih terpuruk kedalam jurang penderitaan. Yang istilahnya, mencari cahaya dari gelapnya malam, malah masuk ke dalam gelapnya gua yang entah ada ujungnya atau tidak.

Sebelum kebenaran itu diungkapkan, beban yang mengelayuti diri hanyalah beban dari sebuah harapan. Harapan untuk menggapai sesuatu yang dirasakan sebagai hal yang pantas dan tidak berlebihan untuk kejar, serta memang tujuan akhir dari harapan tersebut adalah untuk setitik kebahagiaan dari sebegitu banyaknya kebahagiaan yang diberikan oleh Dzat yang maha pengasih dan penyayang.
Dan dengan harapan tersebut, justru membuat hidup semakin berwarna dan berarti karena ada hal yang ingin dicapai.

Tapi, setelah kebenaran itu terungkap, yang berarti berani untuk mengekspose harapan yang dulu dirahasiakan, yang terjadi justru malah diluar ekspektasi. Bukannya terlepas dari beban yang selama ini mengelayuti, malah beban tersebut semakin besar dan mendorong diri kedalam gelapnya ketidakpastian sebagai akumulasi dari kekhawatiran, pesimisme, untuk bisa meraih tujuan akhir dari harapan yang telah diletakkan dalam cawan bening tanpa tirai tersebut.

Kadang terpikir, seandainya harapan tersebut tetap disimpan dalam kotak dinding besi dan tidak pernah ada yang tahu kecuali pemilik kuncinya, maka ada kemungkinan penderitaan itu tidak akan muncul.

Tapi, semua sudah terjadi. Yang terjadi maka terjadilah. Ambil sisi positifnya aja. Mudah-mudahan semua ini, penderitaan ini, akan berakhir dengan bahagia, walaupun akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Janji untuk terus memelihara harapan ini, walau dengan susah payah, akan diabadikan dalam prasasti dalam dada.

(Jakarta, 31 juli 2010, 10:21 PM)
Taman Setiabudi 5.

Advertisements
Categories: Diary Tags: ,

Tuhan selalu memberikan yang terbaik

July 19, 2010 1 comment

Pelajaran dari Challenger

Tidak semua doa dikabulkan Tuhan. Apakah Tuhan tidak adil? Atau justru dengan tidak mengabulkan setiap doa itu Tuhan adil?

Cerita di bawah ini menggambarkan bagaimana tangan Tuhan bekerja. Dan bagaimana DIA memutuskan akan mengabulkan atau tidak doa manusia….

###

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. 

Ada simulator, uji klaustrofobi , latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.

Siapakah di antara kami yg bisa melewati ujian akhir ini?

Tuhan, biarlah diriku yg terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yg menghancurkan itu. 

NASA memilih Christina McAufliffe. 

Aku kalah.

Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. 

Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? 

Kenapa bukan aku? Bagian diriku yg mana yg kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam?

Aku berpaling pada Ayahku. 

Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman2 untuk melihat peluncuran Challanger.

Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali.

Tuhan, sebenarnya aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Kenapa bukan aku?

73 detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku,”Semua terjadi karena suatu alasan.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun Aku sangat menginginkannya karena TUHAN memiliki alasan lain untuk kehadiranku dibumi ini. 

Aku memiliki misi lain dalam hidup. 

Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. 

Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Ternyata, TUHAN mengabulkan doa kita dengan tiga cara :

1. Apabila TUHAN mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA,

2. Apabila TUHAN mengatakan TIDAK; maka kita akan mendptkan yg LEBIH BAIK,

3. Apabila TUHAN mengatakan TUNGGU;  maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dg kehendak-NYA.

(Cerita ini diperoleh dari sebuah milis. Entah siapa yang memposting pertama kali)

Categories: Diary Tags: