Archive

Archive for the ‘Diary’ Category

Ramadhan, Dosa, Do’a dan Diri .. (nasihat untuk diri sendiri)

July 17, 2012 Leave a comment

Tidak terasa waktu semakin cepat berlalu. serasa baru kemarin menyambut bulan yang diberikan keistimewaan oleh Yang Maha Pengasih, sekarang sudah datang kembali saat ketika bulan ini menyambangi. Bulan Ramadhan, Bulan suci bulan penuh keistimewaan, bulan yang hari-harinya dipenuhi maqomul ijabah, bulan yang setiap napasnya dipenuhi dengan rahmat dan barokah, bulan yang setiap waktunya dipenuhi oleh deretan-deretan mutiara Rahman dan Rahim nya Allah SWT.

Bulan ini terasa sangat istimewa, karena pada bulan inilah, masjid besar menjadi kecil karena penuh sesak dengan orang yang beribadah, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar diseluruh pelosok, tingkat kebaikan menjadi tinggi, Ghirah untuk ma’rifat kepada yang Maha Kuasa membesar, jiwa sosial menjadi tinggi, semua kebaikan se-akan-akan terbuka lebar di bulan ini.

Teringat 3 ramadhan yang telah dilewati, itulah masa ketika diri sedang sangat labil, terseret-seret gelombang harapan dan kenyataan. Ketika kegalauan menyelimuti, kegagalan datang bertubi-tubi, cobaan datang silih berganti, ketika hampir lepas dari pegangan yang semestinya, ketika hampir saja tenggelam kedalam kekufuran terhadap kekuasaan ilahi. Pokok pangkalnya hanyalah masalah hati, tapi efeknya hampir mempengaruhi seluruh aspek dalam diri.

Benar, Jihad yang paling besar yang harus dihadapi adalah jihadun nafsi … Jihad untuk melawan nafsu syahwat duniawi, jihad untuk mengendalikan hati. Seorang ulama besar berkata, hati itu hanya satu , tetapi diperebutkan oleh akal dan nafsu. ketika nafsu menguasai, maka hati akan memerintahkan badan untuk mengikuti keinginannya, namun ketika akal yang menguasai, maka hati akan memerintahkan diri untuk selalu menghadap kepada Allah, Rabbul ‘alamin.

Pada bulan ini, dalam sebuah hadits disebutkan, pintu-pintu neraka ditutup, dan pintu rahmat dibuka. syetan-syetan dibelenggu, iblis-iblis dikunci. Namun anehnya, walaupun begitu, masih banyak orang yang berbuat maksiat, kejahatan dan sejenisnya. Hal ini kembali lagi ke masalah hati.

Ketika hati selalu mengikuti keinginan hawa nafsu, dan tidak mengindahkan peringatan akal, maka lama kelamaan, hati akan terlatih untuk terus mengikuti keinginan nafsu, walaupun goadaan dari syetan tidak ada. istilahnya, hal tersebut sudah menjadi adat kebiasaan.

Ada perumpamaan, Hati itu asalnya sebening kaca. saking beningnya tidak ada satupun noda yang ada di dalamnya. Dosa laksana jelaga hitam pekat. Ketika berbuat dosa, maka hati akan ternodai oleh jelaga dosa. jika tidak dibersihkan dengan segera, maka lama-kelamaan hati akan dipenuhi kerak jelaga dosa yang akan sangat sukar dibersihkan. itulah perumpaan orang yang berbuat maksiat di bulan ramadhan. Hatinya telah tertutup debu hitam, karena tidak pernah dibersihkan.

Istighfar, bertaubat adalah lap pembersih hati. Setebal apapun dosa, sekeras-kerasnya jelaga, maka lama kelamaan, jika terus-menerus dibersihkan akan bersih juga. Ikutilah Teladan dari Rasul SAW, bahwa beliau beristighfar dalam sehari tidak kurang dari 70 kali. Coba tanyakan pada diri , berapa kali dalam sehari beristighfar, bertaubat atas dosa- dosa yang berceceran sebanyak buih lautan ?

Kunci untuk menjaga hati akan selalu ada dalam koridor yang diridhloi oleh Allah, adalah dengan Ilmu. Ilmu itu kehidupan hati daripada kebutaan, sinar penglihatan daripada kezaliman dan tenaga badan daripada kelemahan. (Al Ghazali). Dengan ilmu, kita bisa mengetahui mana yang baik, mana yang benar. Ilmu yang paling besar ada dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Rasulullah SAW bersabda:

Taraktu fiikum amraini maa in tamassaktum bihimaa lan tadhillu abadan, Kitaballahi wa sunnata Rasulihi.

“Kutinggal untukmu 2 hal, yang jika kamu berpegang teguh kepadanya, maka kamu tidak akan tersesat selamanya. Kitabullah dan Sunnah Rasulnya”

Dimulai pada bulan Ramadhan ini, perbanyak Tadabur Al-Qur’an, menyelami kandungan yang ada didalamnya. Kombinasikan dengan Sunnah-Sunnah Shohihah Rasulullah SAW. Jika ada yang tidak mengerti, maka sering-seringlah berkumpul dengan majelis ilmu. selain bisa menambah wawasan keilmuan, semoga bisa menjadi salah satu dari 7 golongan manusia yang dijamin masuk surga.

Ramadhan ini harus menjadi titik tolak untuk menaikan derajat keimanan dan ketaqwaan. Ramadhan ini harus dijadikan momentum untuk memperbaiki diri , lingkungan dan umat. Ramadhan ini harus menjadi awal untuk mensucikan bulan-bulan yang lain dalam kadar ghirah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadikanlah Ramadhan bukan hanya sekedar bulan suci, tapi jadikanlah sebagai sarana untuk meningkatkan dan memperbaiki kadar diri dihadapan Allah SWT.

Inna Akramakun ‘indallaahi Atqaakum

Semoga, Ramadhan tahun ini jauh lebih baik dari Ramadhan -ramadhan sebelumnya …

 

Amiin Yaa Rabbal’aalamiin …

 

Lampung, 17 Juli 2012

 

Aah Ahmad Kusumah

(Al-Faakir min Rahmati Rabbi)

Advertisements
Categories: Diary

How to propose a woman in Islam …

February 2, 2012 Leave a comment

Propose atau khitbah atau pertunangan merupakan hal yang lazim dilakukan dan merupakan masuk tahapan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dalam prakteknya, pihak laki-laki kadang akan merasa sangat nervous, deg-deg an, mengira-ngira bagaimana proses khitbahnya, apakah akan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan atau malah sebaliknya.

Sebelum proses khitbah yang biasa dilakukan di adat indonesia, ada baiknya jika dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. diskusikan rencana khitbah dengan keluarga

2. kenalilah calon istri dengan baik.

3. beritahulah calon istri akan rencana khitbah tersebut

4. bicaralah dengan keluarga calon istri dalam hal ini wali-nya tentang rencana khitbah tersebut

5. siapkanlah mental dan teguhkanlah hati untuk menjalani prosesi khitbah ini.

Insya Allah, jika kelima hal tersebut sudah dilakukan, proses khitbah akan berjalan dengan baik.

dalam Islam, tatacar megkhitbah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :

1. Melihat calon istri

Dalam hal ini tentu saja harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syari’at. sebagaimana yang diatur dalam syari’ah.

2. Tidak boleh melamar wanita yang sudah dilamar

3. Wanita yang dilamar harus dalam keadaan boleh untuk dilamar, tidak ada halangan yang mencegahnya untuk dipinang

4. Merahasiakan proses lamaran

hal ini sesuai dengan keterangan :

Dari Ummu Salamah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kumandangkanlah pernikahan dan rahasiakanlah peminangan”.

Mengenai lamaran ini, dalam dat yang umum berlaku di Indonesia, biasanya laki-laki yang berinisiatif dan memegang peranan penting dalam proses lamaran. yang jadi pertanyaan, apakah boleh wanita yang melamar laki-laki ?

Secara syari’ah hal ini diperbolehkan, yang menjadi landasannya, diantaranya :

1. Rasulullah SAW dilamar oleh siti Khadijah

2. Hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Majah :

Dari Tsabit, ia berkata,”Kami duduk bersama dengan Anas bin Malik yang disebelahnya ada seorang anak perempuannya. Lalu Anas berkata,” datanglah seorang perempuan kepada Nabi SAW, lalu ia menawarkan dirinya kepada beliau, kemudian perempuan itu berkata,”Wahai Rasulullah maukah tuan mengambil diriku? Kemudian anak perempuan Anas menyeletuk,”Betapa tidak malunya perempu itu!” Lalu Anas menjawab,”Perempuan itu lebih baik daripada kamu”. Ia menginginkan rasulullah, karena itu ia menawarkan dirinya kepada beliau.

Dalam prosesi Khitbah atau lamaran, tidak ada tatacara atau ritual khusus yang harus dilakukan, Khitbah sendiri memiliki arti secara sederhana adalah proses meminta ijin kepada wali dan wanita yang dikehendaki untuk dinikahi.

Mengenai kebiasaan ketika khitbah adanya istilah “seserahan” kalau dalam bahasa sunda, itu bukan sesuatu yang harus dilakukan. bahkan tukar cincin pun itu tidak ada aturannnya. bahkan jika kita menganggap hal itu adalah sesuatu yang harus dilakukan agar proses lamaran sah, maka hal itu bisa menjadi bid’ah. Jikapun kita berkehendak untuk melakukan hal itu, niatkanlah sebagai pemberian untuk memanjangkan tali silaturahmi, sehingga hukumnya hanya sebatas sebagai hadiah, tidak lebih.

Itu sekilas tentang tata cara untuk melakukan khitbah.

Wallahu ‘alam ..

 

Bogcamp,

3 Februari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Diary Tags: ,

Siapakah Aku …. Just another BOP

January 31, 2012 Leave a comment

Kemarahanku hanya pantas ditujukan untuk diriku, karena begitu banyak dosa yang diperbuat namun masih mencari justifikasi untuk meluruskannya.

Mungkin niat awalku mencari Kebaikan, tapi caranya yang kebablasan ..

Mungkin niat awalku mencari Ridlo Tuhan , tapi nyatanya penentangan ..

Mungkin niat awalku ibadah, tapi caranya menyalahi syari’ah ..

Aku bersyukur, ketika kegelapan itu hampir saja menelanku, aku dipertemukan dengan orang yang memberikan cahaya ilahiah …

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah ..

Yaa Allah Yaa Tuhanku..

Berikan petunjuk-Mu ..

Terimalah Taubatku ..

Hidup penuh dengan ketidak seimbangan, ketidakadilan .. itulah anggapan orang yang melihat dunia dari sisi keputuasaan.

Ada juga yang menganggap hidup itu hanya masalah sudut pandang atau cara pandang terhadap sesuatu, dan ini memang bisa dibenarkan.

Kita akan merasa miskin jika cara pandang kita berorientasi materi dari sudut pandang orang kaya, dalam artian kita membandingkan keadaan dengan sesuatu yang lebih dari yang dibandingkan. Orang kaya pun akan merasa miskin jika memakai sudut pandang ini.

Benar anggapan bahwa hidup itu adalah perjuangan, perjuangan untuk melawan ego sendiri. ego yang timbul akibat merasa diri lebih.

Kemarahan timbul bisa juga akibat ego yang tidak bisa ditekan. Pernahkah kita mengalami kemarahan yang timbul akibat suatu hal , yang jika dipikirkan dalam kondisi normal sebenarnya hal itu sangat tidak pantas menjadi trigger api amarah ? bukankah ada tauladan dalam kisah ketika Rasul Akhir Zaman di lempari orang thaif, ketika ditawari oleh malaikat untuk meluluhlantakan suku tersebut, beliau berkata , biarkanlah mereka, karena mereka sesungguhnya tidak tahu , dan apakah kamu tahu suatu saat keturunan mereka mungkin menjadi orang yang lebih baik ?.

Tauladan yang lain, ketika setiap hari ketika berangkat ke mesjid beliau selalu diludahi,  namun ketika orang yang suka meludahi beliau sakit, beliaulah yang pertama menengoknya.

Namun aku, sebagai kelompok JBOP, mengambil istilah Raid, Just Another Bunch of Person, hanya seonggok manusia yang lemah, sangat mungkin tidak akan sampai tingkatan tersebut, sehingga dalam sebuah keterangan, diperbolehkan untuk marah, namun itupun dibatasi dalam waktu 3 hari. Marah adalah manusiawi, cuma jangan sampai akal sehat mati gara-gara amarah. Marahlah kalau memang pantas marah, tapi cukup sementara, setelah itu tersenyumlah. Janganlah merasa kecewa atau menyesal jika hal ini datang dalam lembaran hidup. Instrospeksi diri, mungkin saja hal tersebut terjadi karena kekurangan kita, keegoisan kita, kesombongan kita yang selalu menganggap lebih dari yang lain. Apakah aku tidak malu ?? …. Seorang hamba tapi memposisikan diri seakan-akan seorang tuan … Marah bukan solusi cerdas, efeknya hanya akan membuat hidup tidak tentram. tapi janganlah pendam kemarahan, lepaskanlah dalam bentuk hal yang positif.

Aku tidak akan sanggup mengekang amarah dan hawa nafsu secara keseluruhan hingga tidak meninggalkan bekas apapun dalam diri kita. Namun jika mencoba untuk me-ngendalikan keduanya dengan cara latihan dan kesungguhan yang kuat, tentu akan bisa.

Namun tidak semua kemarahan itu tidak baik, marah yang tidak baik itu marah yang mendorong manusia kepada kejelekan.

Al-Ghazali pun membagi marah menjadi 3:

1. Marah Terpuji, yaitu marah yang timbul semata-mata karena Allah dan agama-Nya. Contohnya dalam QS 7:150

2. Marah Tercela, yaitu marah yang timbul akibat kemaksiatan, seperti marah karena kalah judi

3. Marah yang diperbolehkan adalah marah yang tidak berkaitan dengan kemaksiatan.

Sebelum marah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

1. Marahlah dengan cara yang baik

2. Segera ambil wudlu

3. Sebisa mungkin menahan amarah

4. Membaca ta’awwudz

5. Diamlah

6. Ingatlah posisi kita dimata Allah adalah sama, kecuali ketakwaannya.

 

 

Wallahu’alam

 

Dibawah langit-MU

31 Januari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

Categories: Diary Tags:

Semangat Baru ….

January 31, 2012 Leave a comment

Semua berawal dari tujuan , cita-cita dan harapan …

Ada orang yang berkata : “Kenapa sekarang banyak sekali orang berlomba-lomba mencari motivasi untuk mendapatkan semangat baru daam kehisupan ? ”

Yang lainya berkata :” Ahhh … Mungkin dia sudah tidak punya tujuan hidup atau terlalu banyak tujuannya sehingga malah terjadi disorientasi akibat ketidakmampuannya untuk berusaha dalam mencapai tujuan-tujuannya tersebut ”

Satu lagi berkata :”Kurang bersyukur sepertinya, atas nikmat yang diberikan Tuhan..”

Pertanyaan tersebut mugkin banyak juga dilontarkan mengingat begitu berjamurnya peminat training-training motivasi dengan dalih untuk menambah dan mengembalikan semangat dalam bekerja, bersosial, hidup dan semacamnya ..

Namun sayangnya, kadang kita tidak mengetahui sebenarnya sumber semangat itu apa ? sehingga setelah training berlalu 1-2 minggu  kemudian, semangat tersebut hilang lagi, jadinya hanya sebatas solusi temporal saja.

Yang menjadi sumber semangat adalah adanya tujuan, harapan, cita-cita yang dibarengi oleh tanggung jawab dan rasa syukur atas kehidupan yang kita jalani. Logikanya, ketika kita punya tujuan, pasti akan mentriger segala sumberdaya untuk mencapai tujuan tersebut, pikiran, tindakan akan dialokasikan untuk merealisasikan tujuan tersebut. Namun punya tujuan saja tidak cukup, harus disertai dengan tanggung jawab, tanggung jawab bahwa apa yang kita lakukan itu adalah untuk memenuhi kebutuhan kita dan ibadah sebagai manifestasi rasa syukur atas segala sumberdaya yang kita miliki. kehilangan semangat hidup adalah akibat tidak adanya kedua faktor terakhir ini.

Syukur sendiri secara definisi bisa dikatakan sebagai menjadikan atau mengggunakan sumberdaya yang kita miliki sebagai mana tujuan awal diberikannya sumberdaya tersebut.

Kita diberi tangan untuk berbuat kebaikan. Kita diberikan nalar buat berpikir, kita diberikan kesehatan untuk dijaga, kita diberikan rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan orang lain. Yang akhirnya pada Intinya  tujuannya adalah untuk kebaikan sebagai manifestasi dari penghambaan diri kepada Sang Maha Pemberi ..

Dalam prosesnya, untuk mencapai tingkatan tersebut, pasti ada saja halangan. Cobaan hidup, Musibah adalah contoh riil dari halangan tersebut. Untuk menghadapinya , think positively, bersabar adalah sebuah sikap yang dapat membantu melewati proses halangan tersebut tanpa harus mengikis sikap syukur.

Intinya jika mau semangat kita tetap menyala dan berkobar …

Bersyukurlah, kembali kepada tujuan hidup dan bertanggung jawablah …

Masalah adalah sebuah solusi untuk mempertebal dan melatih sikap syukur …

Jangan Hindari masalah, hadapilah ..

 

Grand Wijaya, Blok M

Jakarta, 31 Januari 2012

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Diary Tags:

Pesimis itu perlu

January 30, 2012 Leave a comment

Dari kecil selalu diajarkan untuk bersikap optimis, janganlah bersikap pesimis.

Definisi dari optimis itu sendiri adalah selalu berpengharapan dan berpandangan bahwa segala sesuatu akan berakhir baik.

dalam kamus oxford didefinisikan harapan dan keyakinan tentang masa depan atau hasil yang sukses dari sesuatu;. Kecenderungan untuk mengambil pandangan positif atau penuh harapan.

Orang yang optimis selalu berpandangan segala sesuatu itu akan selalu berakhir dengan baik, segala usaha yang dilakukan akan menghasilkan kesuksesan.

dengan adanya doktrinasi bahwa hidup harus selalu optimis, sehingga terjadi persepsi bahwa jika bersikap pesimis itu adalah suatu hal yang tidak baik., tidak bergunasehingga sebisa mungkin harus dihindari.

yang jadi pertanyaan, apakah anggapan itu benar ?

Ada sebuah ilustrasi sederhana :

Di Sebuah pabrik mobil, divisi perakitan menggunakan teknologi dan mekanisme kerja yang bisa mengurangi bahwan mengeliminir kecacatan kendaraan yang dihasilkannya.sehingga mereka berani bertaruh bahwa mobil mereka aman untuk dikendarai tanpa memerlukan instrumen keselamatan tambahan.

di lain pihak, bagian keselamatan beranggapan bahwa kecelakaan yang melebihi batas kemampuan untuk melindungi pengendaranya pasti akan selalu terjadi walaupun dalam skala yang kecil, dan bersifat random.

sehingga untuk melindungi pengendara diperlukan instrumen keselamatan tambahan disamping rangka dan body mobil yang indestructable yaitu  dengan dipasangkannya air bag dan seat belt.

dari ilustrasi diatas, bagian perakitan bersikap secara optimis, dan bagian keselamatan berpikiran sebaliknya, yaitu pesimis.

Dalam kasus yang lebih umum, sikap pesimis juga sangat berguna untuk melahirkan alternatif strategi jika strategi utama gagal atau tidak berjalan dengan semestinya.

Management resiko juga berangkat dari sisi pesimistis. sehingga lahirlah strategi-strategi untuk menghadapi resiko tersebut, apakah dengan accept, avoid ataupun mitigate.

Dalam ajaran agamapun, sebenarnya tidak ada larangan untuk bersikap pesimis. yang ada adalah larangan untuk berputus asa. dan harus dibedakan antara pesimis dan putus asa, karena hal itu adalah dua hal yang berbeda.

Ajaran untuk bersabar, tawakal mengindikasikan bahwa dalam hidup ini tidak selamanya akan mengalami yang baik-baik saja. Suatu saat musibah bisa datang menghampiri.

Kadang orang beranggapan bahwa bersabar itu hanya sebatas sikap yang diperlihatkan setelah musibah datang. padahal sabar dan tawakkal itu harus dilakukan sepanjang waktu.

Berusaha untuk membuat rencana untuk menghindari musibah juga masih masuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Usaha untuk menghindari segala maksiat pun termasuk dalam kategori sabar dan tawakkal.

Sabar dan tawakkal itu adalah kombinasi yang seimbang antara sikap pesimistis dan optimis. pesimistis bahwa jalan hidup itu akan selalu baik namun optimis bahwa apapun yang terjadi itu semua merupakan hal yang terbaik menurut Allah untuk kehidupan kita.

 

Seimbangkanlah sisi optimis dan pesimis dalam hidup, karena hal ini akan melahirkan sikap sabar, tawakkal dan syukur. 

jangan sepenuhnya menghilangkan sisi pesimis dan mengagungkan sisi optimis karena hal ini akan melahirkan kesombongan

jangan pula mengagungkan sisi pesimis dan mengurangi sisi optimis, karena hal ini akan melahirkan rasa putus asa.

Ada ungkapan menarik :

Berpikiran secara pesimis, namun berusaha secara optimis.

Wallahu ‘alam

 

Rainy and Cloudy Town,

Senin, 30 Januari 2012

 

A.Ahmad Kusumah

Categories: Diary Tags:

Diary 2 Ramadhan (Puasa Ku, Kamu dan dirinya)

August 3, 2011 Leave a comment

Hari kedua bulan ramadhan …

Hari ini puasa dijalani dengan aktivitas yang tetep super sibuk, menembus trafic jakarta- bogor, bogor-jakarta, muter-muterin jakarta seharian ditemani my black casey .. Tapi Alhamdulilah, tidak ada halangan berarti dalam menjalani ibadah yang hanya ditemui setahun sekali ini.

Ada fenomena yang cukup menarik, biasanya ketika berangkat ke jakarta, pasti seperti ajang balapan, setiap kendaraan selalu ingin jadi yang terdepan tanpa menghiraukan cercaan pengendara lain yang merasa terganggu akibat kesembronoon beberapa pengguna jalan yang se-enak jidatnya, namun hari ini, hal itu tidak tampak, semua berjalan tertib, rapih, tidak ada raungan klakson ketika macet. Mungkin ini hikmah puasa, setiap orang berusaha untuk menjaga emosinya agar bisa mendapatkan semua keutamaan di bulan ramadhan ini.

Namun itu berubah drastis ketika waku berbuka semakin mendekat, setiap orang sepertinya berlomba-lomba mempersiapkan hidangan yang akan digunakan untuk melepaskan rasa lapar dan dahaga  seharian. Semua jenis makanan, dari mulai yang ringan sampai yang berat kalau bisa semuanya tersedia di meja makan.

Sangat disayangkan sekali, ketika seharian emosi dan syahwat dijaga, namun terlepas seliar-liarnya ketika waktu finish tiba. walaupun kadang hal ini tidak disadari, karena hal ini sudah merasa terbiasa dilakukan diwaktu-waktu sebelumnya. padahal, kalau hal ini bisa diubah, maka mudah-mudahan apa yang dijanjikan Allah tentang keistimewaan puasa bisa kita dapatkan.

“Setiap amal kebaikan itu akan dibalasa dari 10 sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah sendiri yang akan membalasnya” (HR- BUKHARI MUSLIM)

di dalam kitab Ihya Ulumuddin , Alghazali mengelompokan puasa menjadi 3 macam:

1. Puasa Umum, yaitu puasa sebatas menahan laparnya perut dan menjaga farj (Kemaluan) dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa

2. Puasa Khusus, yaitu selain menahan lapar dan menjaga kemaluan , juga disertakan dengan menjaga pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan seluruh anggota dari melakukan yang haram atau dosa.

3. Puasa Khusus Al-Khusus, yaitu puasa  dengan menyertakan semua yang tersebut di atas dan menambah lagi dengan berpuasa hati dari segala pikiran kotor dan pemikiran-pemikiran keduniaan dan selalu tertaut hatinya kepada Allah SWT.

Melihat apa yang digolongkan oleh Al-Ghazali, mungkin puasa yang kita lakukan sekarang hanya masuk kepada jenis yang pertama, dan itu pun belum tentu bisa memenuhi syarat-syaratnya secara sempurna. apalagi, sampai saat ini, secara pribadi belum bisa menahan semua semua syahwat, yang sebenarnya bukan menahan tapi mengendalikan syahwat dari hal-hal yang secara syar’iyah tidak membatalkan puasa tapi bisa mengurangi keutamaan puasa..

Yang terakhir, puasa itu adalah bagaimana mengimplementasikan sisi kesabaran dari manusia …, yang dalam sebuah keterangan, kesabaran adalah separuh dari iman, sehingga jika kita bisa lolos dalam puasa dan memperoleh derajat kesabaran yang sempurna, maka sejatinya kita sudah bisa menyempurnakan separuh dari keimanan kita.

Al-Imaanu nishfaani, nishfun fi shabri, wa nishfun fi syukri

“Iman itu terbagi 2 bagian, setengan bagian ada dalam kesabaran, dan setengahnya lagi ada dalam rasa syukur”

Wallahu ‘alam ..

 

Categories: Diary

Diary 1 Ramadhan (Muhaasabah)

August 1, 2011 2 comments

Bismillah ..
Terima Kasih yaa Allah, hamba-Mu di berikan kesempatan kembali untuk bertemu dengan bulan yg Engkau muliakan …. Ramadhan Mubaarak .. Semoga di sepertiga pertama Ramadhan ini, hamba-Mu diberikan petunjuk untuk mendapatkan Rahmat dan kasih Sayang-Mu.

Hamba juga bersyukur, hamba diberikan kesadaran atas suatu hal yang kalau tidak disadari, akan mengiring hamba menuju suatu hal yang Engkau larang, dan terima kasih juga, hamba dikenalkan dengan seseorang yang engkau berikan kelebihan untuk bisa saling mengingatkan ketika salah satu dari perbuatan kami sudah menyerempet batasan yang termaktub dalam syari’at agamaMu .. Al-Islam..
Berikanlah kami berdua kekuatan dan petunjuk untuk tetap selalu berada dalam jalan yang Engkau Ridloi, dan jauhkanlah kami dari godaan syaitan , karena mereka menjerumuskan manusia dengan tipu daya, sedikit demi sedikit, yang tidak disadari oleh kami yang hanya sedikit diberikan ilmu dari luasnya ilmu-Mu ..

Yaa Allah, Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu …
Restuilah kami untuk menjalani tahapan menuju apa yang disunahkan oleh Rasul-Mu. Lindungilah kami dari kekejian fahisyah .. Jadikanlah kami Ali RA dan Az-Zahra yang senantiasa Engkau berikan lindungan dan kucuran Rahmat serta Engkau Tanamkan kasih sayang semata-mata karena-Mu…

Yaa Allah , Yang Maha melihat …
Kami tidak bisa sembunyi dari penglihatan-Mu. Gerak-gerik kami tidak akan pernah lepas dari jangkauan pena Malaikat-Mu, jadikanlah kami berdua Insan yg Ihsan yang selalu sadar akan keberadaan-Mu, masukanlah kami menjadi golongan Muttaqiin, golongan yg mempercayai apa yg ghaib, selalu mendirikan tiang Agama-Mu dan bermanfaat bagi umat…

Yaa Allah Yang Maha Suci …
Jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai pintu untuk mensucikan diri kami, dari buih lautan dosa kami .. Semoga kami bisa mendapatkan Rahmat-Mu di sepertiga pertama, Ampunan-Mu di sepertiga kedua, dan kekebasan dari adzab dan Siksaan neraka di sepertiga terakhir. Sempurnakanlah ramadhan kami dengan lailatul Qadr, malam yg Engkau berikan keistimewaan dari malam yang lain, malam yang Engkau Bukakan semua pintu langit untuk mengabulkan semua do’a hamba-Mu … Malam yg lebih baik dari 1000 bulan ..

Yaa Allah yang Maha Pemberi ..
Di awal Ramadhan ini juga, kami meminta agar kami bisa melewati tahapan pertama menuju kesempurnaan agama-Mu, pertemukanlah kami ditahapan yg kedua, dan restuilah kami untuk bisa masuk ke pintu gerbang kesempurnaan agama-Mu di tahapan yang ketiga … Kami hamba yang lemah, hanya bisa memohon.. Namun Engkaulah yang Maha mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Mu …

Laa ilaaha Illa Anta, Subhaanaka Inni Kuntu Minnadzhaalimiin …

Note :
Buat seseorang yang telah memberikan kesadaran dan mewarnai hari-hari ini …
Semoga kita selalu berada dalam jalan yag benar, yang diridloi oleh Allah …
Makasih de … 🙂

Categories: Diary Tags: