Using old method export pump on Oracle 11g R2

January 12, 2012 Leave a comment

Did u ever wanna export your oracle schema on 11g version R2, but the empty tables are not exported ?

This is happened because of new features on oracle 11g R2 deferred segment creation.

On oracle documentation explicitly stated when creating a non-partitioned heap-organized table in a locally managed tablespace, table segment creation is deferred until the first row is inserted.  This is set via setting the initialization parameter DEFERRED_SEGMENT_CREATION TRUE, which is default when you create DB.  Having said that unless you insert first record object is not visible to our traditional exp tool.

This new features has advantages such as :

  1. Reduce amount of disk space
  2. Reduce time on installation state

If u insist of using old method export, the work around is :

1. Alter all table and allocate extents using :

ALTER TABLE tablename ALLOCATE EXTENT;

2. Alter system and set Deferred Segmentation = False

ALTER SYSTEM SET DEFERRED_SEGMENT_CREATION=FALSE;

Jakarta, 12 January 2012

A. Ahmad Kusumah

Menara Kadin

Categories: Database

Configuring Glassfish, Spring, Hibernate using JNDI

December 17, 2011 1 comment

I got a question from my mate, how to configure and integrate Spring, hibernate using datasources provide by glassfish server. in this case, using IBM db2 database.

below is the practical and simple step how create glassfish datasource, configure spring connection using current datasource

Configure Glassfish datasource

1. Copy jdbc driver of IBM db2 into ${glassfish_home_directory/lib} (db2jcc.jar)

2. start glassfish server and login using administrator user created during installation step of glasshfish server

3.choose JDBC Connection pools and create new one, fill all parameter, url, username and password

4. in this case, we create TestPool as new connection pool

5. then create JDBC Resources (i.e TestResources), Fill the jndi name and select TestPool as Pool Name, then save.

 

Configure Spring Connection:

1. Create bean dataSource

<!– data source –>

<bean id=”dataSource” class=”org.springframework.jndi.JndiObjectFactoryBean” destroy-method=”close”>

<property name=”jndiName” value=”TestResources” />

<property name=”lookupOnStartup” value=”false”/>

<property name=”cache” value=”true”/>

<property name=”proxyInterface” value=”javax.sql.DataSource”/>

</bean>

2. Create sessionFactory bean and provide dataSource as parameter ref

<bean id=”sessionFactory”

class=”org.springframework.orm.hibernate3.LocalSessionFactoryBean”>

<property name=”dataSource” ref=”dataSource” />

<property name=”hibernateProperties”>

<props>

<prop key=”hibernate.default_schema” >${hibernate.schema}</prop>

<prop key=”hibernate.show_sql”>${hibernate.show_sql}</prop>

<prop key=”hibernate.show_statistics”>${hibernate.show_statistics}</prop>

<prop key=”hibernate.dialect”>${hibernate.dialect}</prop>

</props>

</property>

………

</bean>

3. Complete configuration should be like this one

<bean id=”dataSource” class=”org.springframework.jndi.JndiObjectFactoryBean” destroy-method=”close”>

<property name=”jndiName” value=”TestResources” />

<property name=”lookupOnStartup” value=”false”/>

<property name=”cache” value=”true”/>

<property name=”proxyInterface” value=”javax.sql.DataSource”/>

</bean>

<!– session factory –>

<bean id=”sessionFactory”

class=”org.springframework.orm.hibernate3.LocalSessionFactoryBean”>

<property name=”dataSource” ref=”dataSource” />

<property name=”hibernateProperties”>

<props>

<prop key=”hibernate.default_schema” >askes01</prop>

<prop key=”hibernate.show_sql”>${hibernate.show_sql}</prop>

<prop key=”hibernate.show_statistics”>${hibernate.show_statistics}</prop>

<prop key=”hibernate.dialect”>${hibernate.dialect}</prop>

</props>

</property>

……

</bean>

That’s all

This configuration running well and tested on Glassfish 3.1

 

Saturday, Dec, 17th 2011

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

Categories: Database, Java

Wali Nikah

October 1, 2011 Leave a comment

Gara-gara ada yg nelpon malem2, jadi kebangun dan susah tiidur lagi, akhirnya tergerak untuk bikin tulisan ini …

Wali nikah …
Tadi siang dapet pertanyaan, setelah ayah, yag paling berhak menjadi wali nikah itu siapa ?

Setelah melihat-lihat kembali catatan tentang bab pernikahan, sebenarnya tidak ada dalil khusus yg secara spesifik menunjukan, urutan siapa yang paling berhak menjadi wali nikah setelah ayah perempuan tersebut.

Dalam al-qur’an surah An-Nisa ayat 11, secara tersurat cuma disebutkan yg paling dekat kekerabatannya.

Mengenai keterdekatan dalam kekerabatan, banyak perbedaan peendapat tentang siapa-siapa saja yg dimaksud kerabat yg terdekat.

Yg paling masyhur, yg dipegang oleh madzhab Syafi’I, bahwa urutan yg paling berhak menjadi wali adalah sebagai berikut :

1. Ayah
2. Kakek dari pihak ayah
3. Anak laki-laki
4. Cucu laki-laki (dari anak laki-lakinya)
5. Saudara laki-laki seayah dan seibu
6. Anak laki-laki dari saudara seayah dan seibu.
7. Saudara laki-laki seayah
8. Anak laki-laki dari saudara laki-laki seayah
9. Paman dari pihak ayah
10. Anak laki-laki dari paman.

Yang jadi PR kedepannya adalah dalil yg menjadi dasar pendapat yg masyhur ini ..
Sepertinya harus membuka kembali kitab-kitab fiqih karangan As-syafi’I yg membahas tentang hal ini .

Wallahu A’lam ..

Categories: Umum Tags: ,

Diary 2 Ramadhan (Puasa Ku, Kamu dan dirinya)

August 3, 2011 Leave a comment

Hari kedua bulan ramadhan …

Hari ini puasa dijalani dengan aktivitas yang tetep super sibuk, menembus trafic jakarta- bogor, bogor-jakarta, muter-muterin jakarta seharian ditemani my black casey .. Tapi Alhamdulilah, tidak ada halangan berarti dalam menjalani ibadah yang hanya ditemui setahun sekali ini.

Ada fenomena yang cukup menarik, biasanya ketika berangkat ke jakarta, pasti seperti ajang balapan, setiap kendaraan selalu ingin jadi yang terdepan tanpa menghiraukan cercaan pengendara lain yang merasa terganggu akibat kesembronoon beberapa pengguna jalan yang se-enak jidatnya, namun hari ini, hal itu tidak tampak, semua berjalan tertib, rapih, tidak ada raungan klakson ketika macet. Mungkin ini hikmah puasa, setiap orang berusaha untuk menjaga emosinya agar bisa mendapatkan semua keutamaan di bulan ramadhan ini.

Namun itu berubah drastis ketika waku berbuka semakin mendekat, setiap orang sepertinya berlomba-lomba mempersiapkan hidangan yang akan digunakan untuk melepaskan rasa lapar dan dahaga  seharian. Semua jenis makanan, dari mulai yang ringan sampai yang berat kalau bisa semuanya tersedia di meja makan.

Sangat disayangkan sekali, ketika seharian emosi dan syahwat dijaga, namun terlepas seliar-liarnya ketika waktu finish tiba. walaupun kadang hal ini tidak disadari, karena hal ini sudah merasa terbiasa dilakukan diwaktu-waktu sebelumnya. padahal, kalau hal ini bisa diubah, maka mudah-mudahan apa yang dijanjikan Allah tentang keistimewaan puasa bisa kita dapatkan.

“Setiap amal kebaikan itu akan dibalasa dari 10 sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Akulah sendiri yang akan membalasnya” (HR- BUKHARI MUSLIM)

di dalam kitab Ihya Ulumuddin , Alghazali mengelompokan puasa menjadi 3 macam:

1. Puasa Umum, yaitu puasa sebatas menahan laparnya perut dan menjaga farj (Kemaluan) dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa

2. Puasa Khusus, yaitu selain menahan lapar dan menjaga kemaluan , juga disertakan dengan menjaga pendengaran, penglihatan, lidah, tangan, kaki dan seluruh anggota dari melakukan yang haram atau dosa.

3. Puasa Khusus Al-Khusus, yaitu puasa  dengan menyertakan semua yang tersebut di atas dan menambah lagi dengan berpuasa hati dari segala pikiran kotor dan pemikiran-pemikiran keduniaan dan selalu tertaut hatinya kepada Allah SWT.

Melihat apa yang digolongkan oleh Al-Ghazali, mungkin puasa yang kita lakukan sekarang hanya masuk kepada jenis yang pertama, dan itu pun belum tentu bisa memenuhi syarat-syaratnya secara sempurna. apalagi, sampai saat ini, secara pribadi belum bisa menahan semua semua syahwat, yang sebenarnya bukan menahan tapi mengendalikan syahwat dari hal-hal yang secara syar’iyah tidak membatalkan puasa tapi bisa mengurangi keutamaan puasa..

Yang terakhir, puasa itu adalah bagaimana mengimplementasikan sisi kesabaran dari manusia …, yang dalam sebuah keterangan, kesabaran adalah separuh dari iman, sehingga jika kita bisa lolos dalam puasa dan memperoleh derajat kesabaran yang sempurna, maka sejatinya kita sudah bisa menyempurnakan separuh dari keimanan kita.

Al-Imaanu nishfaani, nishfun fi shabri, wa nishfun fi syukri

“Iman itu terbagi 2 bagian, setengan bagian ada dalam kesabaran, dan setengahnya lagi ada dalam rasa syukur”

Wallahu ‘alam ..

 

Categories: Diary

Diary 1 Ramadhan (Muhaasabah)

August 1, 2011 2 comments

Bismillah ..
Terima Kasih yaa Allah, hamba-Mu di berikan kesempatan kembali untuk bertemu dengan bulan yg Engkau muliakan …. Ramadhan Mubaarak .. Semoga di sepertiga pertama Ramadhan ini, hamba-Mu diberikan petunjuk untuk mendapatkan Rahmat dan kasih Sayang-Mu.

Hamba juga bersyukur, hamba diberikan kesadaran atas suatu hal yang kalau tidak disadari, akan mengiring hamba menuju suatu hal yang Engkau larang, dan terima kasih juga, hamba dikenalkan dengan seseorang yang engkau berikan kelebihan untuk bisa saling mengingatkan ketika salah satu dari perbuatan kami sudah menyerempet batasan yang termaktub dalam syari’at agamaMu .. Al-Islam..
Berikanlah kami berdua kekuatan dan petunjuk untuk tetap selalu berada dalam jalan yang Engkau Ridloi, dan jauhkanlah kami dari godaan syaitan , karena mereka menjerumuskan manusia dengan tipu daya, sedikit demi sedikit, yang tidak disadari oleh kami yang hanya sedikit diberikan ilmu dari luasnya ilmu-Mu ..

Yaa Allah, Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu …
Restuilah kami untuk menjalani tahapan menuju apa yang disunahkan oleh Rasul-Mu. Lindungilah kami dari kekejian fahisyah .. Jadikanlah kami Ali RA dan Az-Zahra yang senantiasa Engkau berikan lindungan dan kucuran Rahmat serta Engkau Tanamkan kasih sayang semata-mata karena-Mu…

Yaa Allah , Yang Maha melihat …
Kami tidak bisa sembunyi dari penglihatan-Mu. Gerak-gerik kami tidak akan pernah lepas dari jangkauan pena Malaikat-Mu, jadikanlah kami berdua Insan yg Ihsan yang selalu sadar akan keberadaan-Mu, masukanlah kami menjadi golongan Muttaqiin, golongan yg mempercayai apa yg ghaib, selalu mendirikan tiang Agama-Mu dan bermanfaat bagi umat…

Yaa Allah Yang Maha Suci …
Jadikanlah Ramadhan tahun ini sebagai pintu untuk mensucikan diri kami, dari buih lautan dosa kami .. Semoga kami bisa mendapatkan Rahmat-Mu di sepertiga pertama, Ampunan-Mu di sepertiga kedua, dan kekebasan dari adzab dan Siksaan neraka di sepertiga terakhir. Sempurnakanlah ramadhan kami dengan lailatul Qadr, malam yg Engkau berikan keistimewaan dari malam yang lain, malam yang Engkau Bukakan semua pintu langit untuk mengabulkan semua do’a hamba-Mu … Malam yg lebih baik dari 1000 bulan ..

Yaa Allah yang Maha Pemberi ..
Di awal Ramadhan ini juga, kami meminta agar kami bisa melewati tahapan pertama menuju kesempurnaan agama-Mu, pertemukanlah kami ditahapan yg kedua, dan restuilah kami untuk bisa masuk ke pintu gerbang kesempurnaan agama-Mu di tahapan yang ketiga … Kami hamba yang lemah, hanya bisa memohon.. Namun Engkaulah yang Maha mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Mu …

Laa ilaaha Illa Anta, Subhaanaka Inni Kuntu Minnadzhaalimiin …

Note :
Buat seseorang yang telah memberikan kesadaran dan mewarnai hari-hari ini …
Semoga kita selalu berada dalam jalan yag benar, yang diridloi oleh Allah …
Makasih de … :)

Categories: Diary Tags:

SSH service failed on Machine with 2 Active NIC’s

July 24, 2011 Leave a comment

Yesterday,  i found strange behavior on my AIX BOX. after rebooting, the SSH service didn’t start.

when the:

#lssrc -s sshd

invoked, it show that the service is on inoperative state.

To trace the causes, the following command invoked :

#/usr/sbin/sshd -de

the result show that the service is failed to start due to port conflict. It says:

unable to to bind port xxxx, already in use

i checked the active port using netstat -an, there’s no active service using that port.

as a workaround than,  the sshd_config, edited and tha line

#BindAddress xxxxx

is uncommented, means, the ssh service will bind to that address.

Address here is currently active address on one of address bind to active NIC on my box.

and voila …

after rebooting, my ssh service is back to normal again …

 

NOTES:

this problem often occured on a machine with 2 active NIC

 

Tanjung Enim, July 24th 2011

 

A. Ahmad Kusumah

Categories: Teknologi Informasi Tags: , ,

Mincom Ellipse and Java

July 20, 2011 11 comments

(image courtesy of www.penn-olson.com)

I’ve been working on integration between java application and mincom ellipse since first of july 2011.

For almost a month, i’ve been trying to upload data from my Application onto Ellipse using their Business object using mincom connector provided by mincom. I read all pages on mincom connector documentation and BOC and trying to look more guidance from only one forum i’ve found on the internet. But i’ve no luck, i still can’t get into the ellipse.

I read from this forum , mincom itself suggests to use old scrapping screen simulation instead of using direct Business object. But, there’s a problem, mincom connector documentation said i’ve to supply screen buffer file list to the connection properties. And the the biggest problem just begin. Almost all CD’s of mincom ellipse installer extracted, but i couldn’t find any files related to Screen Buffer File list.

Finally, as my last effort to find the answer, i extracted and decompile almost all classes in mincom connector library, and read line per line to find the method related to it’s method to initiate connection with supplied Buffer File List.

And Voilla …..

i’ve find a line, that explicitly state that  there’s another method instead of using Buffer files list, we just need to supply this String into connection properties :

“DOWNLOADED_XML”

and my connection properties become :

sessionFactory.getSession(“Cics”,”DOWNLOADED_XML”)

and finally now it’s working perfectly …

and I can communicate with Mincom Ellipse server smoothly …

 

Wednesday, July 20th 2011

Tanjung Enim

(PTBA, Muara Enim Palembang)

 

A. Ahmad Kusumah

 

 

 

 

 

Categories: Java Tags: , , ,

Change SSH port for security reason on AIX

May 5, 2011 Leave a comment

Today i face a problem about ssh and sshd services on my AIX box. Absolutely i can’t connect to the machine using standard port of SSH. This is definitely annoying because this  service of ssh is currently used for maintain and manage the machine remotely.

Thanks to telnet, on first deployment i install the telnet services alongside the ssh for backdoor connection if of the ssh services is failed, so i still connect to my machine.

First step i do is checking the services of sshd an ssh using command below :

#lssrc -s sshd

the result show the services is on inoperative state.

then i invoke the command below to restart the service :

#stopsrc -s sshd

#startsrc -s sshd

the i invoke the first command to see the service state, and the result show the services still on inoperative state.

To see what happened on detail process, the following command invoked :

#/usr/sbin/sshd -de

the terminal show there’s problem on binding port, means the port already used.

to resolve the problem, i decide to change port from standard port to more restricted port. in this case let says the port changed to 789456.

So, what do I do to change this from the AIX side?
Using the following command :

#vi /etc/ssh/sshd_config

I’ve edited the port in /etc/sshd_config (removed the #) Port 789456

I also changed the defaults to 789456 in my  /etc/services

ssh 789456/udp # SSH Remote Login Protocol
ssh 789456/tcp # SSH Remote Login Protocol

then i restart the service again using the following command :

#stopsrc -s sshd

#startsrc -s sshd

to check if the configuration is running well, try to connect to the machine using the following command :

#ssh -p 789456 ahmad@localhost

and voila …. now i can connect to my machine again …

I have read about the security benefits of not using  default port of SSH then i change mine. and now my AIX Box feel more secure …

Cheers

BOG Camp, May 5th 2011

A. Ahmad Kusumah

Categories: Teknologi Informasi Tags: , ,

Empat Media Penyebab Fahisyah …

May 1, 2011 1 comment

Bismillah ….

Setelah sekian lama akhirnya bisa menulis kembali …

kesibukan yang yang melanda akhir-akhir ini juga beberapa kejadian yang mengharuskan diri lebih bersabar telah secara langsung membuat semangat untuk menulis menjadi berkurang. Namun sesuai dengan ungkapan populer ..” lebih baik telat daripada tidak sama sekali”, yang suka dijadikan senjata orang-orang pemalas dan futur untuk justifikasi perbuatannya, kayaknya masih relevan untuk dijadikan sebagai landasan menulis kembali …

Tulisan ini dilhami oleh maraknya fenomena Fahisyah yang semakin merejalela di negeri tercinta ini. Tidak orang besar, orang kecil, gejala ini merasuk ke semua elemen sampai ke persendian kehidupan bermasyarakat. Dahulu, ketika manusia masih punya “malu” dan kesadaran akan adanya hari pembalasan, kejadia-kejadian ini merupakan sebuah aib besar dan sebuah pukulan terhadap norma sosial bermasyarakat, namun sekarang hal itu sepertinya sudah dianggap sebuah hal yang biasa.

Fenomena MBA (married by Accident), kebanggaan akan kehamilan yang terjadi sebelum nikah, menjamurnya film-film esek-esek atas nama kebebasan berekspresi merupakan contoh kejadian-kejadian yang kayaknya sudah dianggap biasa oleh sebagian masyarakat. dan maslahnya ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar dan metropolitan, bahkan di pelosok perkampungan yang dulu dijadikan sebagai basis untuk mengontrol norma, hal itu sepertinya sudah dianggap sesuatu hal yang wajar.

Benar ungkapan orang tua dulu , ” nanti diakhir zaman, ketika dunia mendekati akhir, kalo sekarang berzina sembunyi-sembunyi, maka pada masa itu orang cuma bisa berkata , ” tolong, jangan berzina di tengah jalan, carilah tempat yang tersebunyi”".

Yang jadi pertanyaan, mengapa hal itu bisa terjadi ? dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak semakin parah?. padahal jelas-jelas di dalam Alqur’an Allah berfirman :

Dan janganlah kamu mendekati zina,  sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan  yang keji ( fahisyah ) dan suatu jalan yang buruk.” ( QS. Al Isra’, 32)

Dalam ayat ini dijelaskan , bahwasanya Allah  Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tentang kejinya zina, karena kata “fahisyah” maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan diakui kekejiannya oleh setiap orang yang berakal, bahkan oleh sebagian banyak binatang.

Dalam ayat lain , Allah berfirman :

“Sesungguhnya beruntunglah orang orang yang beriman,   ( yaitu ) orang orang yang khusyu’  dalam shalatnya, dan orang orang yang  menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tiada berguna, dan orang orang yang  menunaikan zakat, dan orang orang yang  menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri istri  mereka, atau budak budak yang mereka miliki,  maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa yang mencari yang dibalik  itu, maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas.” ( QS. Al Mu’minun, 1 – 7 ).

dari ayat ini , khususnya pada bagian ayat 5 -7, secara eksplisit dijelaskan bahwa orang yang tidak mampu menjaga kemaluannya adalah orang yang rugi (tidak beruntung), digolongkan sebagai orang yang tercela, dan termasuk orang yang melampaui batas.

Untuk menjaga agar tidak terjerumus kepada kenistaan yang telah disebutkan diatas, dalam salah satu kitabnya, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata bahwa ada 4 macam pintu masuknya maksiyat, barangsiapa yang bisa menjaga kontrol terhadap keempat pintu ini, maka Insya Allah Niscaya dia akan terhindar dari maksiyat.

1. Pandangan

Rasullullah SAW bersabda :

“Janganlah kamu ikuti pendangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” ( HR. At Turmudzi, hadits hasan ghorib ).

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah panah iblis. Maka barang siapa yang memalingkan  pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah semata, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari kiamat.”      ( HR. Ahmad )..

Pandangan adalah pintu masuk awal perbuatan maksiat. karena dari pandangan itu akan menyebabkan adanya pikiran untuk berbuat maksiat, lalu di tanamkan dalam hati yang secara langsung akan menimbulkan dorongan motorik untuk melaksanakan perbuatan  yang didasari oleh syahwat.

Oleh karena itu, dikatakan oleh sebagian ahli hikmah bahwa “bersabar dalam menahan pandangan mata ( bebannya ) adalah lebih ringan dibanding harus menanggung beban penderitaan yang ditimbulkannya.”

Sesungguhnya menahan pandangan itu lebih mudah dari pada meratapi penyesalan yang timbul akibat dari hasil pandangan tersebut. Maka dari itu, jagalah pandangan dari hal-hal yang bukan menjadi haknya …

2. Pikiran

Maksud pikiran disini adalah pikiran yang melintas sebagai hasil dari proses pandangan atau yang didahului oleh input dari dunia luar. Disinilah pengolahan pertama kali sebelum adanya perbuatan. dorongan syahwat atau dorongan untuk melakukan aksi sebagai response dari input luar disinilah mulai diproses sehingga akhirnya menghasilkan tekad yang kuat dan bulat.

Pikiran pikiran itu akan terus melintas di benak dan di dalam hati seseorang, sehingga ahirnya dia akan manjadi angan angan tanpa makna (palsu ).

“Laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang orang yang dahaga, tetapi bila ia mendatanginya maka ia tidak mendapatkannya walau sedikitpun, dan didapatinya (ketetapan ) Allah di sisiNya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amalnya dengan cukup, dan Allah adalah sangat cepat perhitunganNya.” ( QS. An Nur, 39 ).

Di sinilah akal, nalar dan pengetahuan itu berperan. Di sini akan diketahui siapa orang yang tinggi, siapa orang yang sukses, dan siapa orang yang merugi. Kebanyakan orang yang mengagungkan akal dan pengetahuannya, akan kita lihat dia mengorbankan sesuatu yang penting dan tidak khawatir kehilangan kesempatan untuk itu, demi melakukan sesuatu yang tidak penting yang tidak dikhawatirkan kehilangan kesempatan untuk melakukannya. Dan kita tidak akan mendapatkan seorangpun yang selamat dari hal seperti itu. Hanya saja ada yang jarang dan ada pula yang sering menghadapinya.

Akal dan nalar serta pegangan yang kuat terhadap tali-tali Allah akan membuat kita punya saringan untuk mengenyampingkan lintasan-lintasan . pikiran yang tidak baik dan lebih fokus untuk mewujudkan lintasan-lintasan pikiran yang baik, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan keridloan Allah AWT.

“Dan nafsumu, bila engkau tidak menyibukkannya dengan kebenaran, maka dialah yang akan menyibukkanmu dengan kebathilan.”

3. Lidah

Lidah adalah sarana kita berkomunikasi dengan dunia luar. baik buruknya hubungan kita dengan dunia luar ditentukan oleh mampu atau tidaknya kita menjada lisan kita.

Kalau kita ingin mengetahui apa yang ada dalam hati seseorang, maka lihatlah ucapan lidahnya, ucapan itu akan menjelaskan kepada anda apa yang ada dalam hati seseorang, dia suka ataupun tidak suka.

Nabi Muhammad  Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka, beliau menjawab “Mulut dan kemaluan”. ( HR. Turmudzi, dan ia berkata : hadits ini hasan shoheh ).

Ibnu Qayyim berkata :

Pada lidah itu terdapat dua penyakit besar. Bila seseorang bisa selamat dari salah satu penyakit itu maka dia tidak bisa lepas dari penyakit yang satunya lagi, yaitu penyakit berbicara dan penyakit diam. Dalam satu kondisi bisa jadi salah satu dari keduanya akan mengakibatkan dosa yang lebih besar dari yang lain.

Orang yang diam terhadap kebenaran adalah syetan yang bisu, dia bermaksiat kepada Allah, serta bersikap riya’ dan munafik bila dia tidak khawatir  hal itu akan menimpa dirinya. Begitu pula orang yang berbicara tentang kebatilan adalah syetan yang berbicara, dia bermaksiat kepada Allah. Kebanyakan orang sering keliru ketika berbicara dan ketika mengambil sikap diam. Mereka itu selalu berada di antara dua posisi ini.

4. Perbuatan

Tentu saja penyebab yang paling utama dari maksiat adalah perbuatannya. jika hanya sebatas baru niat , maka itu masih belom dimasukkan sebagai dosa, ketika sudah dilakukan barulah dianggap sebagai dosa. itu ungkapan sebagian ulama.

Namun perbuatan itu didasari oleh ketiga hal sebelumnya, sehingga jika kita bisa selamat dari ketiga penyebab diatas, maka yang keempat Insya Allah akan selamat.

akhir kata :

“Di antara tanda-tanda kiamat bila ilmu (syar’i)  menjadi sedikit (kurang), dan kebodohan menjadi tampak serta zina juga menyebar (di mana-mana), pria jumlahnya sedikit dan kaum wannita jumlahnya banyak sehingga untuk lima puluh wanita (perbandingannya satu orang pria.”( HR. Bukhori dan Muslim ).

Wallahu ‘Alam Bishowaab ..

Bogor, 1 Mei 2011

A. Ahmad Kusuman

Categories: Umum Tags: , ,

WAS 7 and Struts 2, Oracle, Hibernate

March 3, 2011 Leave a comment

Last month, i began to develope JEE application using Struts2 framework, Spring plugins, Hibernate , oracle and Websphere Application sever v.7.  Actually, it is not new development, just migration from DB2 and Apache tomcat environment to Oracle and WAS environment.

This application, let’s called X application, is initially developed under Windows Server , JEE 5, Apache tomcat and IBM DB2 database System. It has been running at a government company as known as BUMN for a year and run smoothly.

When the migration is began, i switch the DB2 system to oracle and the Application server to WAS, without major changes on sources of application, but Connection configuration only. Then, i build and deploy it to development server (IBM P Series and AIX 6 environment).

First error i found is this :

at java.lang.Class.getDeclaredFieldsImpl(Native Method)
 at java.lang.Class.getDeclaredFields(Class.java:543)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.addInjectors(ContainerImpl.java:89)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$1.create(ContainerImpl.java:71)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$1.create(ContainerImpl.java:67)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache$CallableCreate.call(ReferenceCache.java:150)
 at java.util.concurrent.FutureTask$Sync.innerRun(FutureTask.java:314)
 at java.util.concurrent.FutureTask.run(FutureTask.java:149)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache.internalCreate(ReferenceCache.java:76)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache.get(ReferenceCache.java:116)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$ConstructorInjector.<init>(ContainerImpl.java:348)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$5.create(ContainerImpl.java:305)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$5.create(ContainerImpl.java:301)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache$CallableCreate.call(ReferenceCache.java:150)
 at java.util.concurrent.FutureTask$Sync.innerRun(FutureTask.java:314)
 at java.util.concurrent.FutureTask.run(FutureTask.java:149)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache.internalCreate(ReferenceCache.java:76)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.util.ReferenceCache.get(ReferenceCache.java:116)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.getConstructor(ContainerImpl.java:594)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.inject(ContainerImpl.java:491)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$7.call(ContainerImpl.java:532)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.callInContext(ContainerImpl.java:581)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.inject(ContainerImpl.java:530)
 at com.opensymphony.xwork2.config.impl.LocatableFactory.create(LocatableFactory.java:32)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerBuilder$4.create(ContainerBuilder.java:130)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.Scope$2$1.create(Scope.java:51)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$ParameterInjector.inject(ContainerImpl.java:462)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.getParameters(ContainerImpl.java:477)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.access$000(ContainerImpl.java:34)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$MethodInjector.inject(ContainerImpl.java:293)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$2.call(ContainerImpl.java:104)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl$2.call(ContainerImpl.java:101)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.callInContext(ContainerImpl.java:574)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerImpl.injectStatics(ContainerImpl.java:101)
 at com.opensymphony.xwork2.inject.ContainerBuilder.create(ContainerBuilder.java:493)
 at com.opensymphony.xwork2.config.impl.DefaultConfiguration.reloadContainer(DefaultConfiguration.java:184)
 at com.opensymphony.xwork2.config.ConfigurationManager.getConfiguration(ConfigurationManager.java:55)
 at org.apache.struts2.dispatcher.Dispatcher.init_PreloadConfiguration(Dispatcher.java:374)
 at org.apache.struts2.dispatcher.Dispatcher.init(Dispatcher.java:418)
 at org.apache.struts2.dispatcher.ng.InitOperations.initDispatcher(InitOperations.java:69)
 at org.apache.struts2.dispatcher.ng.filter.StrutsPrepareAndExecuteFilter.init(StrutsPrepareAndExecuteFilter.java:51)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.FilterInstanceWrapper.init(FilterInstanceWrapper.java:140)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager._loadFilter(WebAppFilterManager.java:509)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager.loadFilter(WebAppFilterManager.java:423)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager.getFilterInstanceWrapper(WebAppFilterManager.java:282)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager.getFilterChain(WebAppFilterManager.java:340)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager.doFilter(WebAppFilterManager.java:812)
 at com.ibm.ws.webcontainer.filter.WebAppFilterManager.invokeFilters(WebAppFilterManager.java:917)
 at com.ibm.ws.webcontainer.extension.DefaultExtensionProcessor.invokeFilters(DefaultExtensionProcessor.java:924)
 at com.ibm.ws.webcontainer.extension.DefaultExtensionProcessor.handleRequest(DefaultExtensionProcessor.java:651)
 at com.ibm.ws.webcontainer.webapp.WebApp.handleRequest(WebApp.java:3610)
 at com.ibm.ws.webcontainer.webapp.WebGroup.handleRequest(WebGroup.java:274)
 at com.ibm.ws.webcontainer.WebContainer.handleRequest(WebContainer.java:926)
 at com.ibm.ws.webcontainer.WSWebContainer.handleRequest(WSWebContainer.java:1557)
 at com.ibm.ws.webcontainer.channel.WCChannelLink.ready(WCChannelLink.java:173)
 at com.ibm.ws.http.channel.inbound.impl.HttpInboundLink.handleDiscrimination(HttpInboundLink.java:455)
 at com.ibm.ws.http.channel.inbound.impl.HttpInboundLink.handleNewInformation(HttpInboundLink.java:384)
 at com.ibm.ws.http.channel.inbound.impl.HttpICLReadCallback.complete(HttpICLReadCallback.java:83)
 at com.ibm.ws.tcp.channel.impl.AioReadCompletionListener.futureCompleted(AioReadCompletionListener.java:165)
 at com.ibm.io.async.AbstractAsyncFuture.invokeCallback(AbstractAsyncFuture.java:217)
 at com.ibm.io.async.AsyncChannelFuture.fireCompletionActions(AsyncChannelFuture.java:161)
 at com.ibm.io.async.AsyncFuture.completed(AsyncFuture.java:138)
 at com.ibm.io.async.ResultHandler.complete(ResultHandler.java:202)
 at com.ibm.io.async.ResultHandler.runEventProcessingLoop(ResultHandler.java:766)
 at com.ibm.io.async.ResultHandler$2.run(ResultHandler.java:896)
 at com.ibm.ws.util.ThreadPool$Worker.run(ThreadPool.java:1527)
Caused by: java.lang.ClassNotFoundException: org.apache.velocity.app.VelocityEngine
 at java.net.URLClassLoader.findClass(URLClassLoader.java:419)
 at com.ibm.ws.bootstrap.ExtClassLoader.findClass(ExtClassLoader.java:150)
 at java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:643)
 at com.ibm.ws.bootstrap.ExtClassLoader.loadClass(ExtClassLoader.java:90)
 at java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:609)
 at com.ibm.ws.classloader.ProtectionClassLoader.loadClass(ProtectionClassLoader.java:62)
 at com.ibm.ws.classloader.ProtectionClassLoader.loadClass(ProtectionClassLoader.java:58)
 at com.ibm.ws.classloader.CompoundClassLoader.loadClass(CompoundClassLoader.java:466)
 at java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:609)
 at com.ibm.ws.classloader.CompoundClassLoader.loadClass(CompoundClassLoader.java:466)
 at java.lang.ClassLoader.loadClass(ClassLoader.java:609)
 ... 66 more

the stack trace indicate there is missing class related to velocity engine. I don’t know why this happened, because currently on the application i don’t use velocity implementation at all.

to resolve this error, i add velocity and velocity tools library to build path and rebuild the application, but it doesn’t work, the server still throw the same error. I explore the installation folder of WAS and found library folder contains ext folder inside, i assume this folder is for external library needed by the server to run the installed application. I copy the library to this folder, and restart the server, and finally the application is up and running.

the library i added to the WAS is attached below :

 

 

 

 

 

Categories: Programming Tags: , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.